kumparan
13 Jul 2018 12:06 WIB

Ibu yang Ditendang Kedapatan Mencuri di Minimarket Milik AKBP Yusuf

AKBP Yusuf diperiksa Propam Polda Babel. (Foto: dok Polda Babel)
Aksi penendangan yang dilakukan AKBP Yusuf, Kasubdit Pam Obvit di Polda Bangka Belitung (Babel) terhadap seorang ibu yang menangis karena ketahuan mencuri di sebuah minimarket menjadi viral, dan berujung pada pencopotan Yusuf dari jabatannya.
ADVERTISEMENT
Kabid Humas Polda Babel AKBP Abdul Munim mengatakan, kejadian itu terjadi di Apri Mart yang rupanya merupakan minimarket milik Yusuf.
"Tindak pidana pencurian (dilakukan) di minimarket Apri Mart milik atas nama AKBP M Yusuf, Kasubdit di Ditpamobvit Polda Kepulauan Babel," ungkap Abdul lewat keterangan tertulisnya, Jumat (13/7).
AKBP Yusuf yang berdinas di Polda Bangka Belitung. (Foto: Istimewa)
Tindak pidana pencurian itu terjadi pada Rabu (11/7) sekitar pukul 19.00 WIB dengan 3 pelaku atas nama Desy, Atmi, dan Andy Rafly. Ada sejumlah barang yang diambil dan beberapa di antaranya adalah susu dari berbagai merek.
"Pelaku mengambil barang-barang yang ada di minimarket Apri Mart berupa 2 kotak susu Chil Kid, 1 kotak susu BMT, 4 bungkus mie gelas, 1 kotak susu cair Frisian Flag, 1 kotak susu Hilo, dan 1 buah selendang hijau biru dengan motif bunga," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Ketiga pelaku tertangkap basah mencuri oleh Yusuf dan karyawan tokonya. Mengetahui hal itu, Yusuf lalu melakukan pemukulan dengan menggunakan tangan, sandal, dan gagang keranjang.
"Pada saat kejadian, pelaku ditangkap tangan oleh AKBP M Yusuf dan karyawan toko, kemudian dipukul di TKP oleh AKBP M Yusuf menggunakan tangan, sandal dan gagang keranjang," ujarnya.
Oknum Polisi Lakukan Kekerasan. (Foto: Istimewa)
Ketiganya kemudian melaporkan kejadian ini ke SPKT Polres Pangkalpinang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiganya menderita sejumlah luka di beberapa bagian badan mereka.
Sementara Yusuf dicopot mulai hari ini sesuai telegram ST/1786/VII/2018 yang ditandatangani Karo SDM Polda Babel Kombes Enjang Hasan Kurnia. Yusuf digantikan AKBP Stevanus.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan