kumparan
4 Feb 2019 12:04 WIB

Inggris Siap Evakuasi Ratu Elizabeth jika Brexit Rusuh

Ratu Elizabeth Foto: REUTERS/David Rose
Pemerintah Inggris telah mengantisipasi dampak kepada anggota kerajaan jika terjadi kerusuhan akibat cekcok Brexit. Salah satunya adalah jalur evakuasi untuk menyelamatkan Ratu Elizabeth. Diberitakan Reuters yang mengutip Sunday Times, Minggu (3/2), salah satu rute evakuasi yang digunakan akan menggunakan jalur darurat yang direncanakan pada Perang Dingin. "Rencana evakuasi darurat ini telah ada sejak Perang Dingin, tapi baru sekarang digunakan untuk kekacauan sipil terkait Brexit yang tidak disepakati," tulis Sunday Times yang mengutip sumber anonim di kantor pemerintahan. Media Inggris lainnya juga memberitakan hal yang sama dengan sumber berbeda. The Mail On Sunday mengatakan seluruh anggota keluarga kerajaan, termasuk Ratu Elizabeth, akan dievakuasi ke tempat rahasia yang aman di luar London.
Para demonstran Inggris dan Jerman Pro-Brexit memainkan alat musik di luar Gedung Parlemen, London, Inggris. Foto: AFP/ADRIAN DENNIS
ADVERTISEMENT
Rencana ini dikeluarkan di tengah cekcok di parlemen soal bagaimana cara Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit. Tenggat waktu keputusan ini adalah 29 Maret dan kekacauan diperkirakan terjadi jika anggota dewan tidak juga sepakat. Para pengusaha telah memperingatkan adanya gangguan di tengah masyarakat. Di antaranya adalah kekurangan makanan dan obat-obatan karena perubahan sistem impor dari Uni Eropa. Jacob Rees-Mogg, anggota dewan Konservatif dan pendukung Brexit mengatakan rencana evakuasi Ratu dan keluarga kerajaan adalah kepanikan yang berlebihan. Dia mengatakan, pada pengeboman London di Perang Dunia II saja keluarga kerajaan yang senior tetap berada di istananya. Namun bekas pengawal Ratu Elizabeth, Dai Daives, mengatakan evakuasi sepertinya akan dilakukan jika Ratu terancam jika terjadi kerusuhan. "Jika ada masalah di London, jelas kau ingin mengeluarkan keluarga kerajaan dari tempat itu," kata Davies.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan