kumparan
13 Nov 2018 5:58 WIB

Israel Lanjutkan Serangan, 2 Warga Gaza Tewas dan 1 Stasiun TV Hancur

Serangan Israel ke Gaza (Foto: Bashar Taleb)
Serangan udara Israel masih terus menggempur Jalur Gaza, Palestina. Dalam serangan yang berlangsung pada Senin (12/11), dua warga Gaza dilaporkan meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
Kementerian Kesehatan Palestina, dalam keterangannya yang dilasir AFP, menyebut dua warga Gaza yang tewas adalah penduduk sipil. Sedangkan kelompok perlawanan Palestina yang menguasai Gaza, Hamas, mengklaim korban tewas adalah milisinya.
Selain itu, rudal Israel juga menghancurkan bangunan stasiun televisi milik Hamas. Kantor Al Aqsa TV itu ditembak dengan misili setelah ada peringatan terlebih dahulu dari militer Israel, tidak ada korban akibat serangan ini.
Israel menyebut, bangunan itu menjadi sasaran karena menjadi pusat aktivitas Hamas. "(Stasiun televisi itu) berkontribusi kepada tindakan militer Hamas, termasuk menyediakan sarana komunikasi miliisi, pesan untuk melakukan teror terhadap Israel dan cara melakukan teror," sebut keterangan tertulis militer Israel.
Serangan Israel ke Gaza (Foto: Mahmud Hams)
Aksi saling serang di Gaza bermula dari Israel yang menyusup dan menembaki pejabat Hamas. Serangan itu dilanjutkan oleh gempuran udara oleh jet Israel. Total ada 7 warga Gaza tewas dalam serangan Minggu (11/11) tersebut.Serangan Israel ini menuai balasan dari Hamas dengan langsung menembakkan dua roket ke arah permukiman Yahudi.
ADVERTISEMENT
Hamas dalam keterangannya menyebutkan, pasukan Israel berhasil menyusup masuk ke Gaza. Dari dalam mobil, mereka menembaki para tentara Hamas. Salah satu yang tewas adalah komandan Hamas Nour Baraka.
Lalu terjadilah kejar-kejaran mobil menuju perbatasan Israel. Dalam pengejaran itu, jet tempur Israel muncul dan menembaki pasukan Hamas dengan 40 rudal. Tiga dari tujuh korban tewas adalah warga sipil, berdasarkan laporan tim medis di Gaza.
Taktik penyusupan untuk mengincar petinggi Hamas telah bertahun-tahun tidak digunakan lagi oleh Israel. Diberlakukannya lagi taktik ini diperkirakan akan semakin memicu ketegangan di perbatasan Gaza-Israel.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan