kumparan
23 Jun 2019 11:54 WIB

Istanbul Kembali Gelar Pemilihan Walikota, AKP Terancam Kalah Lagi

Sejumlah pengunjung berswafoto di Masjid Grand Camlica, Istanbul. Foto: REUTERS / Murad Sezer
Lebih dari 10 juta warga Istanbul pada Minggu (23/6) akan mengikuti kembali pemilihan wali kota ulangan. Pada pemilu kali ini, Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan kepada partainya bahwa mereka harus menang.
ADVERTISEMENT
Ini adalah pemilu wali kota kedua di Istanbul setelah hasil pemilu sebelumnya pada 31 Maret dianulir. Sebelumnya Ekrem Imamoglu dari partai oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) menang tipis dari partai Erdogan, AKP, yang mengusung Binali Yildirim, mantan perdana menteri Turki.
Setelah pemilu tersebut, AKP mengajukan banding dan Dewan Pemilu Tinggi Turki pada Mei menyatakan pemilu tersebut diwarnai kecurangan. Hal ini dibantah oposisi dengan mengatakan keputusan pengadilan itu adalah "kudeta" terhadap demokrasi.
Recep Tayyip Erdogan Foto: Lefteris Pitarakis/AP
Kekalahan AKP memicu kemarahan Erdogan dan memalukan bagi partai penguasa. Pasalnya, Erdogan adalah wali kota Istanbul di tahun 1990-an. Selain itu, Erdogan pernah mengatakan "Siapa pun yang memenangi Istanbul, memenangi Turki".
Namun AKP berpeluang kalah lagi dalam pemilu kedua. Menurut berbagai poling yang dikutip Reuters, Imamoglu unggul tipis dari Yildirim. Beberapa poling bahkan memuat Imamoglu unggul hingga 9 poin.
ADVERTISEMENT
Jika AKP kalah, Erdogan telah mengatakan akan melancarkan gugatan hukum. AKP diduga akan mengungkit dugaan korupsi Imamoglu saat memimpin sebuah distrik di Istanbul.
Sementara jika AKP menang, diperkirakan akan ada protes besar di Istanbul. Sebelumnya usai keputusan pemilu kembali diulang, warga Istanbul turun ke jalan dengan memukul panci dan wajah sebagai tanda protes.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan