Jalur Khusus Sudah Disiapkan, Pesepeda Lebih Pilih Gunakan Jalur Umum

Pemprov DKI Jakarta tengah menggiatkan sosialisasi jalur khusus sepeda di sejumlah ruas jalan di Jakarta. Jalur sepeda membentang dari Jalan Pemuda, Jalan Diponegoro, Jalan Merdeka Selatan, hingga Sudirman-Thamrin.
Meski demikian, antusiasme masyarakat untuk berkendara menggunakan sepeda dan menggunakan jalur sepeda belum begitu terlihat. Pantauan kumparan di Jalan Pemuda, tidak banyak pesepeda yang berkendara di jalur sepeda. Kalau pun ada, mereka lebih memilih untuk berkendara di luar jalur khusus sepeda.
Salah seorang pesepeda, Satrio (26), mengaku lebih memilih berkendara di luar jalur khusus sepeda. Menurutnya, jalur khusus sepeda tidak begitu mulus dan banyak tambalan lubang.
“Tahu saya ada jalur khusus sepeda kok. Tapi lebih enak di jalur umum. Di jalur tepi ini kan banyak lubangnya,” ujar Satrio kepada kumparan, Senin (23/9).
Memang jika diperhatikan, ada banyak tambalan lubang di sepanjang jalur khusus sepeda di Jalan Pemuda. Meski demikian, jalur khusus sepeda di Jalan Pemuda terbilang steril dari kendaraan lain karena dipasang pembatas di sepanjang jalur khusus sepeda.
Pendapat lain diutarakan oleh Argio (21), driver ojek online yang tengah berhenti di jalur khusus sepeda. Argio mengaku tidak masalah dengan kehadiran jalur khusus sepeda selama motor masih diperbolehkan untuk menepi menunggu penumpang.
“Bagus, kita setuju aja. Saya udah tahu ini baru kemarin ada jalur sepeda di sini. Saya di sini berhenti sebentar, nunggu penumpang,” ujar Argio.
Sementara di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, jalur khusus sepeda tampak rapi dan mencolok dengan marka gambar sepeda berwarna hijau. Namun karena tidak ada pembatas lintasan, cukup banyak pengemudi motor yang berkendara di jalur tersebut.
Hal itu terlihat menjelang perempatan dan lampu merah. Di titik tersebut, barisan mobil dan motor menutupi jalur khusus sepeda.
Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta berencana akan menghadirkan jalur sepanjang sepanjang 63 km. Jalur sepeda akan diprioritaskan di wilayah yang diberlakukan ganjil-genap.
“Kami memulai dengan menyiapkan sepeda pada tiga fase ini sepanjang 63 km. Fase pertama sebanyak 25 km, diutamakan di jalur-jalur yang terkena kebijakan ganjil-genap,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Balai Kota, Jumat (20/9).
