Jimly Tersisih, Fadel, Yorrys, Dedi, Hemas Berebut Pimpinan MPR

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ratu Hemas saat mengikuti rapat pleno pemilihan perwakilan DPD RI untuk masuk ke bursa pemilihan Ketua MPR RI periode 2019-2024 di Gedung Nusantara V, Jakarta, Selasa (2/9). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ratu Hemas saat mengikuti rapat pleno pemilihan perwakilan DPD RI untuk masuk ke bursa pemilihan Ketua MPR RI periode 2019-2024 di Gedung Nusantara V, Jakarta, Selasa (2/9). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie tersingkir dalam perebutan pimpinan Ketua MPR dari unsur DPD. Dalam proses pemilihan yang digelar Rabu (2/10) malam, di sub wilayah Barat II, Jimly menyerahkan suaranya bagi GKR Hemas untuk maju sebagai wakil wilayah tersebut.

Dengan begitu, empat kandidat pimpinan MPR dari unsur DPR yaitu Fadel Muhammad mewakili Timur I, Yorrys Raweyai mewakili Timur II, Dedi Iskandar Batubara mewakili Barat I, dan GKR Hemas mewakili Barat II.

Dalam pemilihan Ketua MPR dari unsur DPD, dibagi empat wilayah yaitu Timur I, Timur II, Barat I, dan Barat II. Masing-masing wilayah mengajukan satu nama. Kemudian, dari 4 nama yang diajukan oleh wilayah tersebut, akan dipilih kandidat dengan suara terbanyak melalui sistem voting.

Interupsi sempat mewarnai penetapan empat kandidat pimpinan MPR itu. Khususnya untuk penentuan wakil dari Barat II. Ada beberapa senator yang tak setuju Hemas maju mewakili Barat II karena ia dinilai telah melanggar etik saat masih menjadi pimpinan DPD di periode 2014-2019.

Sebagaimana diketahui, pada periode lalu dia sempat dijatuhi sanksi pemberhentian oleh Badan Kehormatan DPD. BK DPD menilai Hemas jarang datang rapat-rapat DPD. Namun pada akhirnya anggota DPD dari sub wilayah Barat II sepakat mengusulkan GKR Hemas.

"Setuju empat calon ini kita tetapkan?," tanya pimpinan Sidang DPD Instiawati Ayus di Gedung DPD, Senayan, Jakarta Pusat.

Seluruh anggota DPD menyatakan setuju.

Anggota DPD Jimly Asshiddiqie menyampaikan pendapat saat mengikuti Sidang Paripurna DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Kini proses selanjutnya adalah voting dari 4 calon tersebut yang nantinya akan menjadi pimpinan MPR dari unsur DPD. Proses musyawarah tak menemui titik temu sehingga mekanisme voting-lah yang dipilih.

Hingga berita ini diturunkan, Sekretariat Jenderal DPD RI sedang mempersiapkan peralatan untuk melaksanakan voting.

Merujuk kepada revisi UU MD3, kini pimpinan MPR terdiri dari 10 orang. 10 orang ini terdiri dari 9 perwakilan fraksi di DPR RI dan satu perwakilan dari unsur DPD.

embed from external kumparan