JK: Bahaya UN Dihapus, Ada Ujian Saja Kualitas Pendidikan Masih Rendah

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jusuf Kalla di acara Temu Alumni IKA PIMNAS di Gedung LAN. Foto: Dok. Setwapres
zoom-in-whitePerbesar
Jusuf Kalla di acara Temu Alumni IKA PIMNAS di Gedung LAN. Foto: Dok. Setwapres

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mewacanakan penghapusan Ujian Nasional (UN) jika ia dan Prabowo terpilih di Pilpres 2019. Namun, Wakil Presiden Jusuf Kalla tak setuju dengan rencana ini.

JK menilai, UN diselenggarakan untuk mengukur dan mengevaluasi baik atau kurangnya kualitas pendidikan di suatu daerah.

"UN itu juga ada hubungannya dengan UU pendidikan. Karena di situ, di UU pendidikan itu, pemerintah harus secara teratur mengevaluasi. Satu-satunya cara evaluasi ya lewat ujian, itu evaluasi bagaimana bahwa di sini daerah ini baik, di sini masih rendah tanpa UN," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (19/3).

JK mengatakan pemerintah perlu menjaga standar pendidikan secara nasional. Menurut dia, kualitas pendidikan tiap jenjang sekolah harus meningkat sesuai kurikulum yang telah ditetapkan. Ia menilai berbahaya jika UN dihapuskan.

"Kedua, kita harus menjaga standar bahwa standar nasional itu di mana pun di Indonesia itu, bahwa tingkat pengetahuan lulusan SD SMP SMA itu harus mendekati nilai atau mendekati kemampuan sesuai kurikulum yang ada," kata JK.

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Foto: Antara/David Muharmansyah

"Jadi, kalau mau dihapuskan itu berbahaya justru untuk kualitas pendidikan. Ada UN saja kualitas pendidikan kita masih rendah, apalagi kalau tidak ada," timpalnya.

Sebelumnya, dalam debat debat ketiga, Sandi menyebut akan menghapus UN dan mengganti dengan konsep sekolah sesuai dengan minat dan bakat peserta didik. Selain menghapus UN, Sandi akan menerapkan libur selama bulan Ramadhan.

"Kita juga pastikan bahwa sistem UN dihentikan, diganti dengan penerusan minat dan bakat. Kami juga memiliki konsep sekolah link and match, di mana kita hadirnya penyedia lapangan kerja dan pencipta lapangan kerja tersambung dengan dunia pendidikan," tutur Sandi, Minggu (17/3).