Jokowi ke Relawan: 2014 Saya Kalah di Bogor, 2019 Tidak Boleh

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Adian Napitupulu (kiri) di acara pelantikan pelantikan 7000 Jokowi di Pergudangan Olympic Bogorindo. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Adian Napitupulu (kiri) di acara pelantikan pelantikan 7000 Jokowi di Pergudangan Olympic Bogorindo. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Calon presiden Joko Widodo menghadiri deklarasi relawan pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di sela kesibukannya sebagai presiden. Dalam acara di Kawasan Pergudangan Olympic Bogorindo Sentul, Bogor, itu, Jokowi menyinggung kekalahan di Bogor saat Pilpres 2014.

"2014 kita kalah di sini enggak apa-apa, tapi 2019 kita tidak boleh kalah di Kab Bogor. Tapi ini perlu kerja keras. Sanggup saudara-saudara?" tanya Jokowi di hadapan ribuan relawan, Selasa (27/11).

"Sanggup...!!!" teriak relawan yang dipimpin Adian Napitupulu yang diklaim hadir 7.000 orang.

Pendukung Jokowi menggunakan topeng Jokowi di acara pelantikan Jokowi Lantik 7000 Jokowi di Pergudangan Olympic Bogorindo. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pendukung Jokowi menggunakan topeng Jokowi di acara pelantikan Jokowi Lantik 7000 Jokowi di Pergudangan Olympic Bogorindo. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Jokowi mengatakan, untuk memenangkan Pilpres 2019 harus kerja konkret dengan door to door. Memastikan setiap orang memberikan dukungan untuk Pilpres 2019.

"Saya sampaikan ke Pak Adian kita enggak bisa kerja ngawang, ngarang, tidak bisa. Harus ketuk dari pintu ke pintu untuk jelaskan apa yang kita kerjakan, apa yang pemerintah sekarang kerjakan," beber Jokowi.

Di antara program yang bisa dijelaskan kepada masyarakat adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang sudah dibagikan sebanyak 19 juta kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu. Kemudian Kartu Indonesia Sehat (KIS) 92 juta yang sudah dibagikan.

"Kemudian program keluarga harapan 10 juta keluarga yang kita berikan 1.890.000 pada mereka. Untuk apa kita berikan? Agar beban-beban biaya yang ada di situ tadi bisa terkurangkan," lanjutnya.

Selain itu, ada program dana desa yang jadi andalan Jokowi. Tahun 2016 sudah digelontorkan Rp 47 triliun, 2017 sudah meningkat jadi 60 triliun, 2018 sudah Rp 60 triliun, dan tahun depan akan dikucurkan Rp 70 triliun untuk seluruh desa di Indonesia.

"Uang itu kita gelontorkan ke desa, untuk apa? Untuk bangun infrastruktur yang kecil-kecil di desa untuk bangun jalan-jalan di desa, bangun irigasi di desa," pungkas Jokowi.