Jokowi Minta Pemda Kurangi Gunakan Kertas: Sudah Kuno

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jokowi raker dengan kepala daerah dan DPRD (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi raker dengan kepala daerah dan DPRD (Foto: Jihad Akbar/kumparan)

Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan arahan kepada kepala daerah dan pimpinan DPRD dalam acara Rapat Kerja Pemerintah dengan Bupati, Wali Kota dan DPRD Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Jokowi meminta agar pemerintah daerah dapat melek teknologi mutakhir, khususnya untuk mempermudah dan menunjang koordinasi pemerintahan daerah dengan sejumlah pihak yang terkait.

Jokowi mencontohkan, saat ini teknologi komunikasi sudah sangat maju, sehingga tidak perlu lagi surat menyurat yang memerlukan kertas banyak.

"Kalau kita menyampaikan sesuatu sekarang pakai whatsapp, kalau lebih panjang lagi pakai email. Jangan ada yang surat-suratan. Ya, inilah perubahan dunia," kata Jokowi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (28/3).

Pesiden Joko Widodo di Acara Keppri 2018 (Foto: Biro Pers Setpres)
zoom-in-whitePerbesar
Pesiden Joko Widodo di Acara Keppri 2018 (Foto: Biro Pers Setpres)

Jokowi melanjutkan, di dunia digital seperti saat ini, untuk keperluan surat menyurat antar instansi atau lembaga hingga penerbitan izin tidak perlu memerlukan kertas berlembar-lembar. Bahkan Jokowi menganggap hal itu sebagai sesuatu yang kuno.

"Kalau masih izin-izin yang ada di kabupaten/kota mengisi formulir berlembar-lembar seperti ini, ceritanya jadi kuno banget. Sudah sangat kuno sekali. Ditertawai kita nanti," kata Jokowi

Maka dari itu, dengan sistem aplikasi yang dijalankan secara online, kata Jokowi akan memudahkan serta tidak perlu memakan biaya yang mahal.

"Sekarang buat aplikasi sistem murah banget, aplikasi software murah banget. Jadi kalau kita masih memakai kertas dan bertumpuk-bertumpuk ditertawai. Nanti saya kapan-kapan mau ngecek lah ke kabupaten/kota. Mau saya pilah-pilah mana yang masih kuno mana yang modern, biar ketahuan," jelas Jokowi.