Jokowi Persilakan Ketum Partai Bersaing Berebut Posisi Cawapres

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo berpidato pada Harlah PKB ke 20 tahun di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (22/7). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo berpidato pada Harlah PKB ke 20 tahun di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (22/7). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Presiden Joko Widodo mengaku hingga kini belum memutuskan siapa calon wakil presiden untuk mendampingnya dalam Pilpres 2019. Menurutnya hingga kini belum ada satupun nama yang akan dipilihnya.

“Terus terang, saya sampai saat ini, orang sampaikan, ‘Pak isi kantongnya siapa sih?’ Kadang saya juga heran, kenapa orang urusi kantong saya. Kalau mau, ke depan, ambil di kantong saya ada apa, uang tidak ada, nama juga tidak ada,” kata Jokowi dalam sambutannya di Harlah ke-20 PKB di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (22/7).

Jokowi mengungkapkan, meski sering bertemu dengan ketua umum partai politik, namun hingga saat ini belum ada nama yang ditentukan sebagai pendampingnya di Pilpres 2019.

“Karena meski saya setiap hari ketemu ketum PKB, Golkar, Hanura, PDI-Perjuangan, Pak Ketum PAN, memang belum ada. Seperti disampaikan Pak Muhaimin, janur melengkungnya belum,” kata Jokowi.

Sebelum menjelang pemutusan pendaftaran Capres-Cawapres, Jokowi masih membuka kesempatan untuk setiap Ketum Parpol yang tergabung dalam koalisinya bersaing secara sehat. Ia juga mengisyaratkan memberi waktu dua minggu untuk setiap kandidat yang ingin menjadi cawapresnya.

“Jadi masih ada kesempatan, kalau ingin bersaing masih ada kesempatan. Ya dalam satu dua minggu inilah kita putuskan. Jadi silakan bersaing satu dua minggu ini,” tambah Jokowi.

Pernyataan Jokowi tersebut disampaikanya di hadapan Ketua Umum partai koalisi seperti Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Harlah ke-20 PKB.