kumparan
1 Apr 2019 1:34 WIB

Jokowi soal Tudingan Mobilisasi Polisi di Garut: Laporkan ke Saya

Capres no urut 01, Joko Widodo usai Debat Ke IV Pilpres 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu, (30/3). Foto: Adim Mugni/kumparan
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo tak berkomentar banyak mengenai pengakuan mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz terkait mobilisasi dukungan di Garut. Aziz sempat mengungkap adanya pengerahan oleh Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019.
ADVERTISEMENT
Jokowi mengaku belum mengetahui hal itu. Namun apabila peristiwa itu benar terjadi, ia siap untuk menerima laporan terkait kasus tersebut.
"Ya ditanyakan saja siapa, laporkan ke saya," kata Jokowi di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (31/3).
Jawa Barat memang merupakan salah satu lumbung suara yang diberi perhatian khusus kedua capres Jokowi dan Prabowo. Pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla dikalahkan oleh Prabowo - Hatta Rajasa di wilayah ini.
AKP Sulman Aziz memberikan keterangan di Kantor Lokataru, Rawamangun, Jakarta Timur. Foto: kumparan
Sebelumnya, AKP Sulman Aziz menuturkan AKBP Budi Satria memobilisasi massa untuk kemenangan Jokowi. Bahkan ia menuding dipanggil langsung untuk melakukan pendataan.
"Berapa kali saya dipanggil Kapolres untuk pendataan terhadap dukungan masing-masing calon. Kami diperintahkan untuk melakukan penggalangan," kata Sulman.
ADVERTISEMENT
Sulman menyebut, saat ini ia berani angkat bicara demi kenyamanan dan keamanan rekan-rekannya sesama kapolsek. Ia juga meminta kepada seluruh anggota kepolisian agar berani menolak perintah atasan yang dinilai salah.
"Saya ini sudah 27 tahun jadi polisi. Saya sudah bertugas di mana-mana, tapi baru di 2019 ini, di Pilpres 2019 ini, ada perintah untuk berpihak ke salah satu calon," pungkasnya.
Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna. Foto: kumparan
Namun, Budi membantah pengakuan Sulman dan mengatakan tudingan itu tak memiliki dasar. Ia menganggap pernyataan Sulman sebagai bentuk rasa sakit hati karena dimutasi ke Polda Jawa Barat.
"Mungkin dia post power syndrome. Lama jadi Kasatlantas, Kapolsek lalu ke Polda Jabar," ujar dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan