Jokowi Terima Masukan Relawan soal Perppu KPK dan RKUHP

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rizal Mallarangeng di Kompleks Istana Kepresidenan. Foto: Kevin Kurnianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rizal Mallarangeng di Kompleks Istana Kepresidenan. Foto: Kevin Kurnianto/kumparan

Presiden Joko Widodo menerima sejumlah relawan dan eks tim sukses pemenangannya saat Pilpres 2019 lalu di Istana Merdeka, Jumat (27/9) sore. Beberapa yang hadir mantan anggota TKN Jokowi-Ma'ruf yang juga politikus Golkar Rizal Mallarangeng dan pimpinan Seknas Jokowi Dedy Mawardi.

Pertemuan itu membahas beberapa isu yang tengah hangat mulai dari revisi KUHP hingga kemungkinan menerbitkan Perppu KPK. Pertemuan berlangsung cair dan tertutup sekitar 2,5 jam.

Bersama Jokowi para relawan dan timses sempat menyantap s oto lamongan.

"Kami relawan dari berbagai organisasi bersilaturahmi dengan beliau, memberikan dukungan, memberikan simpati. Dan juga memberikan penguatan pada pertimbangan, tidak ada keputusan yang diambil dan memang beliau tidak meminta untuk diputuskan, tapi ditimbang-timbang dari berbagai perspektif," kata Rizal Usai Pertemuan, Jumat (27/9).

"Apa yang terjadi pada masalah beliau di Papua, apa yang bisa kita sumbangkan. Apa yang terjadi dengan demonstrasi di Jakarta dan berbagai daerah soal UU KPK, RKUHP. Itu kan menimbang-nimbang dari berbagai perspektif," sambungnya.

Anggota Seknas Jokowi, Dedy Mawardi mengatakan, ia bersama rekan-rekannya memberi masukan ke Jokowi. Beberapa masukan itu termasuk menjelaskan dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan.

"Kami memberikan masukan apa yang dimaksud dengan legislatif review, dengan judicial review, apa yang dimaksud Perppu. Tadi hukum, sosiologi, kemudian juga kita berikan alasan kalau ini diambil terjadi seperti ini," ujarnya.

Presiden Joko Widodo menyampaikan tanggapan tentang situasi Wamena di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Bayu Prasetyo

"Kalau ini diambil, juga akan terjadi konsekuensi positif dan negatif. Tapi Presiden menghendaki ini semua selesai, dan itu akan diputuskan dalam waktu yang cepat setelah 2 kali pertemuan dengan mahasiswa dan tokoh-tokoh LSM," sambung Dedy.

Selain itu, terkait persoalan penolakan revisi KUHP dan UU KPK, para relawan yang hadir sama-sama mendorong Presiden Jokowi untuk melakukan dialog dengan para mahasiswa. Para timses Jokowi itu mengaku menyayangkan mahasiswa yang menolak pertemuan dengan Jokowi.

Dedy berharap dialog bersama para mahasiswa bisa segera diselenggarakan agar Jokowi bisa mendengar perspektif maupun tuntutan dari mahasiswa.

"Seharusnya dengan dialog ini, Presiden bisa memberi tahu apa yang akan dilakukan. Jadi kalau misalnya mahasiswa misalnya Perppu, nah presiden akan mempertimbangkan juga," kata Dedy.

embed from external kumparan