Pencarian populer

Kapolri Beri Bantuan Rumah ke Keluarga Korban Rusuh Mako Brimob

Bantuan rumah ke keluarga korban Mako Brimob (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan bantuan rumah kepada enam keluarga anggota Polri yang menjadi korban kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Bantuan tersebut diterima langsung oleh masing-masing keluarga.

"Untuk anggota yang gugur di Mako Brimob, masing-masing memperoleh satu rumah. Banyak sekali bantuan yang masuk dari para donatur ini akan kita serahkan" kata Tito di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (18/5).

Dalam kesempatan tersebut, Tito memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para anggota yang gugur dalam kerusuhan tersebut. Ia juga mengapresiasi anggota polri yang berhasil melumpuhkan para napi teroris.

"Kita tahu bahwa banyak anggota kita yang gugur dalam tugas di Mako ada enam yang gugur. Yang lima diserang karena terjadi keributan di rutan dan satu anggota lagi malam setelah itu diserang namun (pelaku) berhasil dilumpuhkan, ditembak mati," kata Tito.

Bantuan rumah ke keluarga korban Mako Brimob (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Enam anggota Polri yang gugur tersebut terdiri dari 5 anggota Densus 88 dan 1 anggota Brimob. Mereka adalah Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, dan Brigadir Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo.

Sementara satu anggota Brimob yang gugur bernama Bripka Marhum Prencje. Ia tewas setelah ditusuk dengan pisau beracun oleh seorang terduga teroris, sehari pasca rusuh Mako Brimob.

Tak lupa Tito juga memberikan penghormatan kepada sejumlah anggota polri yang menjadi korban dalam teror bom di Surabaya dan penyerangan di Mapolda Riau. Terutama pada Almarhum Iptu Auzan yang tewas ditabrak para pelaku teror di Mapolda Riau, Selasa (15/5).

Ilustrasi Polisi (Foto: Antara/Nyoman Budhiana)

Tito juga memberikan kesempatan pada anak dari dua orang anggota Polri yang gugur akibat serangan teroris untuk menjadi Bintara Polri.

Mereka adalah putra almarhum Aiptu Martua Sigalingging yang tewas dalam serangan di Mapolda Sumut pada Akhir Juni 2017 dan almarhum Bripka Mathum Prencje yang tewas disabet pisau beracun pasca rusuh di Mako Brimob, Jumat (11/5).

"Keduanya kita dispensasi, ikut pendidikan bintara tanpa tes. Ini bentuk apresiasi kita sekaligus membesarkan hati anggota kita, apa lagi anggota kita yang bintara di lapangan" pungkas Tito.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63