Pencarian populer

Kapolri: Kelompok Teroris di Yogya Jaringan JAK, Indramayu JAD

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian (tengah) menjawab pertanyaan wartawan di Mako Brimob, Kepala Dua. (Foto: Raga Imam/kumparan)

Dalam dua hari terakhir, aksi teror terjadi di Kaliurang, Yogyakarta, dan Indramayu, Jawa Barat. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, terduga teroris yang melakukan aksinya di dua tempat tersebut merupakan anggota kelompok Jamaah Ansarut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansarut Khilafah (JAK).

“Ya ini di Indramayu JAD kalau yang di Jogja itu terkait dengan JAK. JAK ini dia tetap mendukung JAD, ada hubungannya,” ucap Tito di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (16/7).

Tito juga mengatakan pihaknya akan terus memberantas terorisme hingga ke akar-akarnya. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak khwatir dengan beberapa aksi teror yang terjadi pada akhir pekan kemarin.

“Kita akan kembangkan kita udah tahu jaringannya. Masyarakat jangan khawatir kita akan tangani,” tegas dia.

Serangan ke Polres Indramayu terjadi Minggu (15/7) pukul 02.35 WIB. Dua terduga teroris G dan NH menerobos Mapolres menggunakan sepeda motor dan menerobos penjagaan di kantor polisi tersebut. Saat itu, polisi sempat 11 kali melakukan tembakan ke arah dua orang tersebut saat melemparkan bom panci dan melarikan diri.

Warga berkerumun di Jalan Kaliurang, Yogyakarta (Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan)

G dan NH yang sempat melarikan diri ditangkap dalam kurun waktu berbeda. Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal mengatakan, pelaku pertama yang ditangkap dalam keadaan kritis dan kini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu. Terduga pelaku kritis karena tembakan yang dilepaskan polisi saat mereka melarikan diri.

"Satu dari orang yang tidak dikenal itu baru saja ditangkap. Saat ini sedang kritis di rumah sakit karena mengalami luka tembak," kata Karo Penmas Div Humas Polri, Brigjen M Iqbal saat dihubungi Minggu (15/7).

Sementara pelaku kedua tidak dijelaskan secara rinci terkait penangkapannya. Namun polisi memastikan keduanya telah ditangkap polisi.

Sementara untuk di Kaliurang, ada tiga pelaku teror yang ditembak saat dikejar Anggota Densus 88. Mereka menyerang balik petugas dengan senjata tajam. Tiga orang teroris diketahui tewas ditembak karena melawan, dan seorang pelaku melarikan diri.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57