Kasus Andre Taulany, MUI Imbau Komedian Tak Lagi Bercanda soal Agama

Kejadian dugaan komedian dianggap menghina agama bukan hanya menimpa komedian Andre Taulany. Hal serupa juga pernah menimpa komedian lainnya seperti Uus, Ge Pamungkas hingga Joshua.
Mengenai hal ini, MUI mengimbau agar komedian tak lagi menjadikan hal-hal yang terkait agama sebagai bahan lelucon. Bukan hanya terkait agama Islam, tetapi semua agama.
"Ini bisa menjadi hikmah sendiri, supaya bisa jaga hati. Buat komedian agar tak main main soal agama, agama apapun. Kan enggak layak, karena keyakinan sakral. Tidak layak dimain-mainkan, tidak layak dibuat lucu lucuan," kata Ketua Komisi Hukum MUI HM Baharun kepada kumparan, Minggu (5/5).
Ia mengatakan, beberapa kejadian yang pernah terjadi dan menimpa komedian Tanah Air itu harusnya menjadi bahan pembelajaran. Apalagi jelang Ramadhan, semua pihak diimbau menahan diri.
"Kan sudah dapat pelajaran kasus kasus sebelumnya. Semoga ke depannya akan lebih baik," ujarnya.
Kata Baharun, soal simbol-simbol agama, sebaiknya biarlah di tempatnya masing-masing. Jangan sampai ada pihak yang tersakiti hanya demi tawa semata..
"Jelang puasa ini harus cooling down. Kita ajak seluruh pihak, belajar dari apa yang dialami Andre, agar berbuat lebih baik," ungkapnya.
Dugaan menghina agama salah satunya pernah dialami artis yang kini juga menjadi komika, Joshua Suherman. Pada awal 2018 lalu, ia melakukan roasting terhadap Cherly ex Cherrybelle. Hal ini terlihat dari video yang diunggah akun Youtube Majelis Lucu.
"Dan yang gue bingung adalah Cherly walaupun leader dia gagal memanfaatkan kepemimpinannya untuk mendulang popularitas untuk dirinya sendiri," kata Joshua.
"Terbukti zaman dulu semua mata laki-laki tertujunya pada Anisa (Anisa Rahma), semua Anisa. Padahal, skill-nya Ani tipis-tipis ya kan? Skill nge-dance tipis-tipis, cantik relatif, ya kan? Gua mikir kenapa Anisa selalu unggul dari Cherly? Sekarang gua ketemu jawabannya, makanya Che, Islam. Karena di Indonesia ini tidak ada yang bisa dikalahkan oleh bakat sebesar apapun, mayoritas," lanjut dia.
Kuasa hukum dari Joshua, Achmad Budi Prayoga, angkat bicara mengenai kasus yang menimpa pria berumur 25 tahun itu. Menurutnya, candaan yang dibawakan oleh Joshua saat itu tak lain hanya sebuah kreativitas. Hal itu dilakukan karena selera humor orang-orang yang mulai menurun.
“Menurut kami, materi komik mereka (Joshua dan Ge) sama sekali tidak menyinggung masalah agama. Sama sekali enggak ada. Bahkan menurut kami, itu bagian kreativitas anak muda. Joshua Suherman dan Ge Pamungkas sendiri, mereka ingin menyampaikan akhir-akhir ini keadaan bangsa ini selera humornya semakin rendah,” imbuh Achmad
