Pencarian populer

KawalPemilu dan Netgrit Ajak Pemilih Pantau Hasil Pemilu 2019 di TPS

Peluncuran Pemantauan Kawal Pemilu Jaga Suara 2019. Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam KawalPemilu dan Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) meluncurkan gerakan yang dinamai 'Kawal Pemilu-Jaga Suara 2019' (KPJS 2019). Gerakan ini mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut memantau perolehan jumlah suara Pemilu 17 April mendatang.

Salah satu pendiri Netgrit dan juga penggagas gerakan ini, Hadar Nafis Gumay, mengatakan dalam Pemilu 2019, total ada sebanyak 809.500 TPS tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan banyaknya TPS itu, tentu banyak suara rakyat yang harus dijaga bersama untuk menghindari kecurangan.

"Kami mengupayakan untuk mengumpulkan data primer dalam bentuk foto C1 plano dari masing-masing TPS. Formulir C1 plano adalah data pemilu paling mendasar dan pengumpulan foto adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga suara rakyat di Pemilu 2019," kata Hadar di Kantor KPU Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/3).

Mantan Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay di acara diskusi Penyerahan Petisi Tolak Dukungan Koruptor Nyaleg, di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (31/08/2018). Foto: Nadia K. Putri

Hadar yang juga merupakan mantan Komisioner KPU mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut bergabung sebagai relawan dalam gerakan KPJS 2019. Syarat untuk menjadi relawan pun cukup mudah.

Calon relawan hanya perlu mengakses situs upload.kawalpemilu.org lalu mendaftarkan diri dengan menggunakan akun Fecebook pribadi untuk menjadi relawan. Hanya saja, para relawan ini nantinya tidak akan mendapatkan imbalan dari pihak KawalPemilu.

Peluncuran Pemantauan Kawal Pemilu Jaga Suara 2019. Foto: Fadjar Hadi/kumparan

"Kita ini kan transparan sehingga semua bisa bergabung. Jadi kalau nanti melihat ada keanehan dalam penghitungan, bisa langsung mengabari ke kami, nanti akan kita cek bersama-sama dan kita lakukan perbaikan. Jadi ini terbuka, melibatkan banyak pihak, melakukan kegiatan pemantauan. Kami semua di sini tidak mempunyai kepentingan politik apapun," ucap Hadar.

"Jadi sederhana saja yang menang siapa pun kita hormati sepanjang proses pemilihan ini demokratis. Nanti teman-teman akan diajarkan oleh orang-orang yang punya visi sama dan relawan nonpartisan dan independen. Kami bergerak atas percaya pada kebenaran data dan fakta di lapangan. Jadi kita berbicara data," lanjut Hadar.

Selain itu, Hadar mengungkapkan para relawan yang ingin bergabung dalam gerakan ini tidak mesti harus menguasai masalah IT. Sebab, nantinya tugas relawan hanya perlu datang ke TPS yang ingin dia pantau kemudian mengupload formulir C1 plano pemilu 2019 ke laman upload.kawalpemilu.org.

Ilustrasi pemungutan suara di TPS Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

"Nanti ada tim IT kita yang akan memvalidasi foto-foto yang masuk dan menginput data dari foto-foto yang diupload oleh para relawan di seluruh Indonesia. Nanti datanya bisa diperiksa secara live di situs kami kawalpemilu.org," jelas Hadar.

Lebih lanjut, Hadar berharap banyak masyarakat yang nanti ikut bergabung dalam gerakan ini. Ia juga mengatakan gerakan ini juga terbuka untuk masyarakat yang tinggal di luar negeri.

Peluncuran Pemantauan Kawal Pemilu Jaga Suara 2019. Foto: Fadjar Hadi/kumparan

"Pemilu 2019 ini adalah salah satu pesta demokrasi terbesar di dunia. Karenanya kami mengajak warga juga segenap komunitas dan media di Indonesia bergotong-royong dengan kami menyukseskan dan menjaga perhelatan akbar ini," tutup Hadar.

KPU Sambut Positif

KPU menyambut baik gerakan KPJS 2019 yang diluncurkan oleh sejumlah kelompok masyarakat pengiat pemilu seperti Netgrit, JADI, JPPR, Perludem, dan KIPP. KPU menyatakan gerakan ini sangat membantu untuk menyosialisasikan kepentingan penyelenggara pemilu.

"KPU menyambut baik gerakan ini yang sudah bergerak secara inisiatif. Tentu ini sangat membantu kami untuk membuat pemilu menjadi transparan, tidak ada berita miring seperti ada potensi kecurangan yang mungkin muncul saat pemilu nanti," kata Komisioner KPU Ilham Saputra.

KPU berharap dapat bersinergi dengan gerakan KPJS dalam proses pemantauan pengitungan surat suara nanti. Terlebih KPU juga sudah mempunyai sistem sendiri yang diberi nama Situng untuk melakukan penghitungan suara cepat lewat scan C1.

"KPU menyambut baik gerakan ini jadi nanti bisa kita dobel cek dengan situng terkait dengan autentikasi penghitungan suara. Jadi semua data pure murni tanpa ada manipulasi," ujar Ilham.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: