kumparan
30 Apr 2019 9:40 WIB

Kemlu Protes Vietnam atas Penabrakan KRI di Laut Natuna Utara

Jubir Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir Foto: Yudhistira Amran/kumparan
Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan protes kepada Vietnam atas peristiwa penabrakan kapal TNI AL KRI Tjiptadi-381. Mereka menyatakan, tindakan Vietnam itu sangat berbahaya.
ADVERTISEMENT
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menegaskan insiden di Laut Natuna Utara sangat disayangkan oleh Pemerintah Indonesia.
"Tindakan kapal dinas perikanan Vietnam sangat membahayakan keselamatan personel KRI Tjiptadi-381 dan juga personel kapal Vietnam, serta tidak sejalan dengan hukum internasional," kata Arrmanatha dalam keterangan tertulis, Selasa (30/4).
"Kementerian Luar Negeri sudah menyampaikan protes kepada pemerintah Vietnam atas penyerempetan kapal dinas perikanan Vietnam kepada KRI TPD-381 melalui kedutaan besarnya di Jakarta," sambung dia.
Saat ini Kemlu tengah menunggu laporan lengkap dari Panglima TNI terkait kejadian tersebut. Laporan itu akan menjadi dasar bagi Pemerintah Indonesia untuk menindaklanjuti masalah ini dengan Pemerintah Vietnam.
Insiden yang melibatkan KRI Tjiptadi-381 dan Kapal Dinas Perikanan Vietnam terjadi pada Sabtu (27/4) sekitar pukul 14.45 WIB.
ADVERTISEMENT
Kejadian bermula ketika KRI Tjiptadi-381 berupaya menindak sebuah kapal ikan asing (KIA) yang melakukan tindakan illegal fishing di perairan Indonesia.
Saat TNI AL hendak memeriksa awak kapal KIA, kapal pengawas perikanan Vietnam berusaha menghalangi dan memprovokasi dengan cara menabrakkan kapalnya ke lambung kiri KIA. Dorongan itu membuat kapal asing yang akan ditangkap menabrak KRI Tjiptadi-381.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan