Pencarian populer

Kilas Balik Kasus Ahok: Dari Kepulauan Seribu hingga Mako Brimob

Ahok saat sidang pembacaan vonis. (Foto: Isra Triansyah/POOL)

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bebas pada hari ini, Kamis (24/1). Pria yang kini ingin disebut BTP sesuai inisialnya itu bebas murni setelah mendekam selama dua tahun di penjara.

Ahok mendekam di penjara lantaran pidatonya dianggap menistakan agama. Pidatonya saat menjabat Gubernur DKI Jakarta di Kepulauan Seribu mengirimnya ke Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Berikut kumparan merangkum bagaimana perjalanan kasus Ahok tersebut:

  • 27 September 2016

Ahok berpidato di depan para nelayan yang merupakan warga Kepulauan Seribu. Pidato Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta ini menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51.

“Kan, bisa saja dalam hati kecil Bapak/Ibu enggak pilih saya karena dibohongi pakai Surat al-Maidah 51 macam-macam itu. Itu hak Bapak/Ibu. Kalau Bapak/Ibu merasa enggak bisa pilih karena takut masuk neraka, dibodohin begitu, oh, enggak apa-apa, karena ini panggilan pribadi Bapak/Ibu. Program ini (budi daya Ikan Kerapu) jalan saja. Jadi Bapak/Ibu enggak usah merasa enggak enak karena nuraninya enggak bisa pilih Ahok” (jadi quotes di dalam berita)

  • 6 Oktober 2016

Potongan rekaman pidato Ahok yang menyinggung Al-Maidah diunggah Buni Yani ke Facebook.

Buni Yani dan Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan & AFP/Adek Berry)
  • 7 Oktober 2016

Ahok dilaporkan ke polisi atas tuduhan penistaan agama. Bareskrim Polri membuka penyelidikan. Kasus Ahok diusut secara maraton karena menjadi pusat perhatian publik.

  • 10 Oktober 2016

Ahok meminta maaf. Dia mengaku tidak bermaksud menodai agama Islam ataupun melecehkan Al-Quran.

Ahok usai sidang pembacaan vonis. (Foto: Isra Triansyah/POOL)
  • 14 Oktober 2016

Massa FPI berunjuk rasa di depan gedung Bareskrim Polri dan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka akan mengawal kasus Ahok dan menuntut Ahok segera disidang.

  • 4 November 2016

Aksi besar-besaran 411 dilakukan di sekitar Monas, Jakarta Pusat.

  • 15 November 2016

Kepolisian melakukan gelar perkara secara terbuka tapi terbatas. Beberapa pihak diundang untuk mengikuti ekspose itu.

  • 16 November 2016

Ahok resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan penistaan agama. Ahok langsung dicegah ke luar negeri, tapi tidak ditahan.

  • 1 Desember 2016

Bareskrim melimpahkan barang bukti serta tersangka ke Kejaksaan. Mereka langsung melimpahkan berkas ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

  • 2 Desember 2016

Unjuk rasa 212 digelar. Aksi ini lebih besar dari aksi 411. Di tengah gerimis, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendatangi massa dan ikut salat Jumat berjamaah di Monas.

Aksi 212 di Silang Monas diikuti jutaan orang. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
  • 5 Desember 2016

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menetapkan 5 hakim untuk menyidangkan perkara Ahok. Majelis hakim dipimpin Ketua Pengadilan, Dwiarso Budi Santiarto.

  • 13 Desember 2016

Sidang perdana Ahok digelar di PN Jakarta Utara yang menumpang di gedung eks PN Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada.

  • 3 Januari 2017

Sidang lanjutan Ahok digelar di auditorium Kementerian Pertanian. Ruang sidang di PN Jakarta Pusat dianggap kurang besar dan tidak kondusif untuk menyidangkan kasus yang menyita perhatian publik ini.

  • 11 April 2017

Sidang tuntutan Ahok ditunda karena mendekati waktu Pilkada DKI. Sidang akan digelar sehari setelah pencoblosan.

  • 20 April 2017

Ahok dituntut 1 tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun. Ia dinilai terbukti melanggar Pasal 156 KUHP yang mengatur tentang seseorang yang dengan sengaja menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia.

Kue Nemo untuk Ahok. (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)
  • 25 April 2017

Ahok membacakan pleidoi. Dia menyebut dirinya bagaikan ikan nemo dalam film animasi Finding Nemo.

  • 9 Mei 2017

Majelis hakim menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Ahok. Hukuman itu lebih tinggi dari tuntutan jaksa. Hakim juga memerintahkan agar Ahok langsung ditahan. Atas vonis itu, Ahok mengajukan banding.

Jaksa langsung membawa Ahok ke Lapas Cipinang. Namun kemudian, Ahok ditahan di Rutan Mako Brimob

  • 22 Mei 2017

Ahok mencabut banding. Dengan demikian, Ahok menerima untuk menjalani hukuman selama 2 tahun penjara.

Ahok tiba di Rutan Cipinang. (Foto: Antara/Ubaidillah)
  • 2 Februari 2018

Ahok mengajukan Peninjauan Kembali. Salah satu dasar pengajuan PK adalah vonis Buni Yani yang dinilai terbukti bersalah telah mengubah video pidato Ahok di Kepulauan Seribu dengan menghapus kata "pakai".

  • 26 Maret 2018

Mahkamah Agung menolak PK Ahok. PK Ahok dipimpin oleh hakim agung Artidjo Alkostar dengan anggota hakim Salman Luthan dan Sumardiyatmo.

  • 24 Januari 2019

Ahok Bebas

Ahok di Balik Bui (Foto: Basith Subastian/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Minggu,19/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20