KNKT Selidiki Penyebab Pilot Lion Air Minta Kembali ke Landasan

Pesawat Lion Air JT-610 rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Karawang, Jawa Barat, Senin (27/10). Sebelum dinyatakan hilang kontak pada pukul 06.33 WIB, Pilot Lion Air JT-610 Captain Bhavye Suneja diketahui sempat meminta kembali ke landasan atau Return to Base (RTB) ke Bandara Soekarno-Hatta.
Ketua Komite Nasional untuk Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan, pihaknya masih menunggu transkrip pembicaraan antara pilot dan AirNav untuk mengetahui penyebab pilot meminta RTB (return to base). KNKT juga membutuhkan kotak hitam (blackbox) untuk menyelidiki penyebab Lion Air JT-610 jatuh, yang hingga kini masih dalam pencarian.
"Kita belum tahu (penyebab pilot meminta RTB). Lagi kita minta transkripnya dari AirNav. Mungkin dalam waktu dekat lah (transkrip), mungkin besok pagi," ujar Soerjanto di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (29/10).
"Sedang kami kirim orang ke sana (AirNav) untuk mengumpulkan (data).(Percakapan terakhir) salah satunya pilot minta RTB itu," kata Soerjanto.

Pilot pesawat Lion Air JT-610 diketahui sempat meminta kembali ke landasan atau RTB sesaat setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta. Direktur Utama AirNav Novie Riyanto mengungkapkan, pilot meminta RTB hanya 2-3 menit setelah lepas landas.
"Setelah take off 2-3 menit pesawat minta RTB. Tugas kami adalah melayani. Karena pilot minta RTB, ATC mempersilakan," kata Novie Riyanto di posko pengaduan Terminal 1 Bandara, Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (29/10).
Namun, Novie mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apa penyebab pilot meminta RTB. Saat ditanya apakah pesawat Lion Air JT-610 jatuh saat perjalanan kembali menuju bandara Soekarno-Hatta, Novie juga belum bisa memastikannya.
"Tidak seperti itu (jatuh saat perjalanan ke bandara Soekarno-Hatta), kan prosesnya panjang, nanti kan ada investigasi berdasarkan recording, radar, ini semua kewenangan KNKT untuk men-judge," kata Novie.
