Komentar Trump soal Demo Hong Kong Bikin China Geram

Komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait unjuk rasa di Hong Kong memicu protes dari China. Demo besar di wilayah administrasi khusus itu menuntut Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengundurkan diri.
Pada Senin (1/7) lalu, Presiden AS mengeluarkan pernyataan mengenai keadaan di Hong Kong. Menurut Trump yang dicari demonstran Hong Kong hanya demokrasi.
"Saya pikir mayoritas warga (Hong Kong) menginginkan demokrasi. Sayangnya, beberapa pejabat pemerintah tidak mau demokrasi," ucap Trump seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/7).
"Itu yang mereka inginkan. Ini sepenuhnya soal demokrasi. Tidak ada yang lain," sambung dia.
Komentar tersebut tidak diterima oleh otoritas Negeri Tirai Bambu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang menyebut yang dilakukan Trump sama dengan turut campur urusan negara lain.
"Kami sesalkan dan menentang keras campur tangan kotor negara lain terhadap urusan dalam Hong Kong dan China," sebut Geng.
"Kami peringatkan agar negara lain berbicara dan bertindak hati-hati dan setop intervensi urusan dalam negeri Hong Kong dalam segala hal," sambung dia.
Demo di Hong Kong pada Senin (1/7) lalu dilakukan bertepatan dengan perayaan 22 tahun diserahkannya Hong Kong dari Inggris ke China. Aksi itu merupakan lanjutan unjuk rasa besar menentang pembahasan RUU ekstradisi ke China.
