Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8

ADVERTISEMENT
Situasi Polsek Cimanggis, Depok, pada Jumat (26/7) pagi terpantau kondusif setelah insiden penembakan sesama anggota Polri antara Bripka Rachmat Effendy dan Brigadir Rangga Tianto, Kamis (25/7) malam. Insiden ini menewaskan Bripka Rachmat Effendy.
ADVERTISEMENT
Pantauan di lokasi, anggota yang bertugas di polsek beraktivitas seperti biasa. Mereka juga sempat melakukan apel pagi sekitar pukul 08.00 WIB sebelum memulai pelayananan.
"Tetap bertugas seperti biasa, pelayanan tetap dibuka untuk masyarakat," kata salah seorang anggota Polsek Cimanggis, Jumat (26/7).
Pelayanan di SPKT Polsek Cimanggis juga tetap berjalan normal. Warga bisa leluasa masuk untuk melaporkan sejumlah keluhan yang mereka.
Di dalam SPKT juga tidak terlihat lagi ada bercak darah. Tidak ada garis polisi juga yang terpasang di lokasi. Meski begitu, anggota Propam Polsek Cimanggis melarang wartawan mengambil gambar area dalam SPKT.
Sebelumnya, seorang anggota Polri, Bripka Rachmat Effendy, tewas ditembak oleh Brigadir Rangga Tianto di sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polsek Cimanggis, Depok. Kejadian itu terjadi pukul 20.50 WIB, Kamis.
ADVERTISEMENT
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, membenarkan kejadian itu. Saat ini kasus itu ditangani oleh Polda Metro Jaya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penambakan diduga terjadi karena Brigadir Rangga kesal permintaannya tidak dituruti. Perselisihan terjadi setelah Bripka Rachmat mengamankannya seorang pelaku tawuran berinisial FZ.
Bripka Rachmat tewas setelah 7 kali ditembak oleh Brigadir Rangga. Peluru-peluru itu menghujam bagian dada, leher, paha, dan perut .