kumparan
15 Feb 2019 3:49 WIB

Korban Tewas Akibat Bom Mobil di India Jadi 44 Orang

Tentara India berjaga di lokasi ledakan di Lethpora di distrik Pulwama, Kashmir selatan, India. Foto: AFP/HABIB NAQASH
Korban tewas serangan bom bunuh diri di Pulmawama, Kashmir, India, bertambah jadi 44 orang. Serangan ini dilakukan dengan cara menabrakkan mobil yang dikemudikan pelaku hingga menghantam bus yang tengah membawa personel polisi India, Kamis (14/2).
ADVERTISEMENT
Kelompok militan Islam yang berbasis di Pakistan Jaish-e-Mohammad (JeM) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Atas adanya pengakuan itu, Pemerintah India menuntut agar Pakistan mengambil tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok militan yang beroperasi dari wilayahnya.
"Kami menuntut agar Pakistan berhenti mendukung teroris dan kelompok-kelompok teror yang beroperasi dari wilayah mereka dan membongkar infrastruktur yang dioperasikan oleh teroris untuk melancarkan serangan terhadap negara lain," kata kementerian luar negeri India dalam sebuah pernyataan, beberapa jam setelah serangan terjadi.
Tentara India berjaga di lokasi ledakan di Lethpora di distrik Pulwama, Kashmir selatan, India. Foto: AFP/STR
Kashmir dianggap sebagai wilayah sengketa India dengan Pakistan. India dan Pakistan sendiri saling mengklaim berkuasa terhadap wilayah yang mayoritas penduduknya muslim itu.
India menuduh Pakistan memberikan dukungan materi kepada milisi sehingga insiden tersebut terjadi. Sementara, Islamabad mengatakan, hanya menawarkan dukungan moral dan diplomatik bagi muslim Kashmir dalam perjuangan menentukan nasib sendiri.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Perdana Menteri Narendra Modi dalam twittenya mengutuk keras adanya serangan ini “Aku sangat mengutuk serangan pengecut ini. Pengorbanan personel keamanan kami yang berani tidak akan sia-sia,” kata Perdana Menteri Narendra Modi dalam akun twitternya.
Tentara India memeriksa puing di lokasi ledakan di Lethpora di distrik Pulwama, Kashmir selatan, India. Foto: REUTERS/Younis Khaliq
Pasukan India sendiri telah lama memerangi gerilyawan Islam di pegunungan Kashmir sejak pemberontakan bersenjata 1989 yang menewaskan puluhan ribu orang. Serangan besar terakhir terjadi pada 2016, ketika gerilyawan menyerang sebuah kamp militer India di Uri yang menewaskan 20 tentara.
Ketegangan dengan Pakistan meningkat setelah New Delhi mengatakan, para penyerang datang dari Pakistan untuk melakukan serangan. Sebelumnya, ledakan besar juga terjadi di sebuah sekolah di Kashmir, Rabu (13/2). Ledakan tersebut menyebabkan belasan siswa terluka.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan