kumparan
30 Jul 2018 9:50 WIB

Kota dengan Tingkat Stres Tertinggi di Dunia, Jakarta Nomor Berapa?

com-Ilustrasi Monas (Foto: Thinkstock)
Konsekuensi tinggal di kota besar salah satunya adalah berurusan dengan stres. Kondisi kota yang padat dan segalanya berjalan serba cepat membuat para penghuninya lekat dengan masalah stres.
ADVERTISEMENT
Beberapa waktu lalu, Zipjet membuat sebuah ranking tentang kota-kota di dunia dengan tingkat stres tertinggi. Ada empat faktor yang dilihat dari riset ini, yaitu kondisi kota itu sendiri, dengan mempertimbangkan tingkat kepadatannya, transportasi publik, hingga ruang terbuka hijau.
Lalu faktor yang kedua dinilai adalah tingkat polusinya, kemudian yang ketiga dilihat dari faktor pendapatan, berapa banyak pengangguran hingga kemampuan kepala keluarga di sebuah kota. Dan yang terakhir dilihat dari orang-orangnya sendiri, seberapa tinggi kesehatan mental mereka dan bagaimana kesetaraan etnis, gender, dan lainnya. Dari 150 kota yang masuk dalam daftar, Kira-kira, ada di urutan ke berapa ibu kota kita, Jakarta?
Baghdad, Irak
Kota ini berada di posisi pertama yang tingkat stresnya paling tinggi. Tidak heran, kota terbesar kedua di Asia Barat ini terus terjebak dalam konflik berdarah. Dari 150 kota yang ada di dalam daftar, Baghdad keluar di urutan pertama. Dari empat faktor yang dijadikan acuan dalam riset ini, tingkat stres di Baghdad banyak berasal dari polusi, baik itu polusi udara ataupun suara. Tingkat kepadatan di Baghdad juga cenderung tinggi.
ADVERTISEMENT
Kemudian di urutan kedua hingga berturut-turut sampai nomor 20, beberapa kota besar di Afrika dan Asia Tenggara masuk dalam daftar.
2. Kabul
3. Lagos
4. Dakar
5. Kairo
6. Tehran
7. Dhaka
8. Karachi
9. New Delhi
10. Manila
11. Damaskus
12. Caracas
13. Mumbai
14. Yaounde
15. Sao Paolo
16. Johannesburg
17. Algiers
18. Casablanca
19. Jakarta
20. Kolkata
Jakarta
Ibu kota Indonesia, Jakarta, juga termasuk ke dalam 20 besar kota dengan tingkat stres paling tinggi. Jakarta mendapat nilai tertinggi dalam kategori kepadatan kota, transportasi publik, kemacetan, ruang hijau, kesehatan fisik, hingga kesetaraan atau toleransi sesama. Poin-poin tersebut harus menjadi catatan bagi pemerintah daerah, untuk memperbaiki keadaan dan menurunkan tingkat stres warga Jakarta.
ADVERTISEMENT
Jika membandingkan dengan Baghdad, kondisi kepadatan kota Jakarta bahkan lebih tinggi. Baghdad mendapat poin 8 sedangkan Jakarta 9,2. Kemudian, bicara soal Jakarta, belum lengkap jika tidak membahas transportasi publik dan kemacetan. Transportasi publik di Jakarta masih perlu peningkatan karena tingkat stres karena transportasi publik di Jakarta nilainya cukup tinggi. Jakarta menempati urutan ke 17 dalam urusan transportasi publik.
Sedangkan dalam faktor kemacetan, Jakarta ada di urutan ke-15, dengan nilai 9,15. Akan tetapi, jika dibandingkan dari polusi udara, Jakarta berada jauh di bawah Baghdad atau bahkan Kuala Lumpur. Dalam fakta di lapangan, masih banyak faktor lain yang juga memicu tingginya tingkat stres di Indonesia. Mulai dari beban pekerjaan, masalah finansial, masalah sosial, hingga hal semudah urusan perbankan yang dibuat terlalu berbelit-belit hingga akhirnya memakan waktu.
ADVERTISEMENT
Maka dari itu PermataBank menghadirkan gerakan #IndonesiaTanpaStres yang mengajak orang Indonesia untuk lebih meluangkan waktu walau hanya satu menit untuk mengurangi stres. Salah satu cara untuk mengurangi stres dari PermataBank adalah dengan mengatur pernafasan selama 1 menit, dengan begitu Anda akan merasa rileks. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai tips bagaimana cara mengurangi stres, klik di sini.
Story ini merupakan bentuk kerja sama dengan PermataBank.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·