kumparan
17 Apr 2019 20:43 WIB

Kronologi Bentrok dan Penembakan di Madura hingga 5 Pelaku Ditangkap

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan. Foto: Nuryatin Phaksy Sukowati/kumparan
Bentrokan terjadi antar-unsur massa pendukung caleg DPRD Kabupaten Sampang dari Hanura, Mohammad Far Far, di TPS 7 Dusun Tapaan Tengah, Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates, Sampang, Madura, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
Akibat bentrok itu, salah seorang anggota massa, Mansur, terkena tembakan di bagian tangan. Polisi langsung mengejar pelaku yang melakukan penembakan dan berhasil menangkap 5 orang.
"Alhamdulillah berkat kepedulian warga setempat pelaku berhasil kami amankan ada 5 orang dan senpi bisa kita amankan dari dua baru satu unit. Ini permasalahan perebutan massa caleg," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Rabu (17/4).
Luki menambahkan, 5 pelaku yang sudah tertangkap itu kini ditangani oleh penyidik Polres Sampang.
Ilustrasi kericuhan Foto: Irsan Mulyadi/ANTARA
Berikut kronologi bentrok berujung penembakan:
Pukul 09.45 WIB
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, sebelum bentrok terjadi ada perebutan mandat saksi Pileg antar dua unsur massa pendukung Far Far.
ADVERTISEMENT
"Terjadi perampasan mandat saksi Pileg Sampang dari Caleg Hanura Dapil IV, Farfar dilakukan oleh kelompok Muara Cs yang berencana akan mengambil mandat saksi dari Caleg Hanura Dapil IV, Farfar," kata Barung.
Perebutan mandat saksi itu, memicu aksi protes dan perlawanan dari pihak Farfar yang dilakukan oleh Kades Ketapang Daya Kecamatan Ketapang, Widja, dengan mengerahkan sejumlah massa.
Ilustrasi penembakan. Foto: Pixabay
"Mengakibatkan terjadinya bentrok antara massa dari Kades Ketapang Daya membawa sajam dengan massa dari kelompok Muara Cs membawa sajam dan senpi," ungkapnya.
Akibat bentrokan itu, Mansur menderita luka tembak pada bagian tangan kirinya.
Melihat ada korban jiwa, kelompok Muara Cs melarikan diri ke arah barat. Selain itu, jumlah massa pihak Kades semakin banyak berdatangan di Dusun Tapaan Tengah, Banyuates, maka dilakukan netralisir situasi dan pengamanan.
ADVERTISEMENT
Pukul 11.25 WIB
Polda Jawa Timur ikut turun tangan mengerahkan sejumlah personel dan dibantu dengan TNI untuk meredam kejadian tersebut.
"Serta penggalangan dari aparat Kepolisian Polres Sampang, Polsek Banyuates, BKO Polda Jatim dan Kodim 0828 Sampang maka pukul 11.25 WIB massa dari pihak Kades bersedia meninggalkan lokasi kejadian dan turut menjaga kondusivitas situasi kamtibmas," paparnya.
Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian juga mengantongi barang bukti 6 buah selongsong peluru dan 4 proyektil.
"Barang bukti berupa selongsong peluru 6 buah dan 4 proyektil peluru telah diamankan oleh Polres Sampang. Telah dilaksanakan penyelidikan keberadaan pelaku penembakan dan upaya penangkapan terhadap pelaku," tandas Barung.
Akhirnya Polda Jatim berhasil menangkap 5 pelaku yang terlibat dalam bentrok berujung penembakan itu.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan