kumparan
9 Jun 2018 19:44 WIB

Larangan WNI ke Israel Bikin Agen Travel Sepi Pelanggan

Ilustrasi bendera Israel (Foto: Pixabay)
Kebijakan pemerintah Israel melarang Warga Negara Indonesia (WNI) untuk memasuki wilayah Israel disesalkan banyak pihak. Tak terkecuali bagi para agen travel ziarah dan wisata rohani holyland yang mengaku dirugikan atas kebijakan tersebut.
ADVERTISEMENT
Salah satu agen travel ziarah holyland, Nazaret Travel, mengaku sepi pelanggan akibat kebijakan itu. Ketika kumparan menyambangi Nazaret Travel di Ruko Plam City Extention, Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (9/6), kantor tampak sepi pelanggan.
Tour Jemaah Kristiani ke Israel dan Palestina (Foto: Nazaret Tour)
Menurut Manajer Nazaret Travel, Henri Handoko, larangan WNI berkunjung ke Israel akan berpengaruh pada sektor pariwisata di Israel. Sebab, tak sedikit umat nasrani di Indonesia yang sering berziarah holyland ke Kota Lama Yerusalem.
"Karena turis Indonesia devisanya besar banget, karena itu (meski) orang Indonesia bukan penghasil turis nomor satu di Israel, kalau enggak salah nomor 5 atau 4 tetapi secara pengeluaran belanja nomor satu di dunia," ujar Henri di kantornya, Sabtu (9/6).
Manager Nazaret Travel Henri Handoko (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)
Henri mengatakan, sejak agen travelnya berdiri pada 2013, sekitar 7 ribu umat nasrani dari Indonesia berziarah ke Gereja Makam Kudus dan Kota Betlehem, serta tempat yang disucikan lainnya di Israel.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, ada sekitar 120 jemaat yang biasa diberangkatkan oleh Nazaret Travel. Namun, akibat larangan WNI berkunjung ke Israel, sejak awal Mei sedikit yang berangkat. Bahkan, untuk jadwal keberangkatan pada 12 Juni dan tanggal-tanggal selanjutnya harus dibatalkan.
Tour Jemaah Kristiani ke Israel dan Palestina (Foto: Nazaret Tour)
Henri mengaku telah mengembalikan uang jemaat yang gagal berangkat. Ia tak mau mengambil risiko akibat larangan tersebut.
"Karena informasi udah mepet ya, kita sudah cancel kita punya klien untuk refund dan lain-lain ya apalagi tiket untuk high season Juni ini lebaran ya, tiket mahal udah enggak ada tiket lagi terpaksa kita tetap cancel," terang Henri.
Tour Jemaah Kristiani ke Israel dan Palestina (Foto: Nazaret Tour)
Henri sangat menyayangkan larangan tersebut. Ia menyebut larangan itu tidak adil. Sebab, WNI ke Israel untuk beribadah bukan berwisata.
ADVERTISEMENT
"Ya enggak fair secara pemerintahan, orang Israel ke Indonesia kan liburan, orang Indonesia ke sana mau doa. Harusnya ada tanda kutip di sana," terangnya.
Henri optimistis larangan tersebut malah akan menjadi bumerang bagi Israel. Menurutnya sektor pariwisata di Israel akan rugi.
"Di sana 30-40 local guide yang bisa berbahasa Indonesia. Mereka otomatis kehilangan mata pencaharian," jelasnya.
Tour Jemaah Kristiani ke Israel dan Palestina (Foto: Nazaret Tour)
Selain itu, Henri juga menyoroti kebijakan Israel yang mengklaim wilayah Yerusalem sebagai wilayahnya. Menurut Henri kebijakan itu bertentangan dengan keputusan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), yang menentukan wilayah Yerusalem sebagai wilayah Palestina.
"Yerusalem ada aturan di PBB adalah kepunyaan seluruh umat Kristen, Islam dan Yahudi di seluruh dunia. Enggak boleh ada yang melarang orang siapapun ke Yerusalem. Meskipun (Indonesia) enggak ada hubungan diplomatik. Secara enggak langsung dia melanggar aturan dari PBB," tegasnya.
Tour Jemaah Kristiani ke Israel dan Palestina (Foto: Nazaret Tour)
Henri berharap Israel segera mencabut larangan tersebut. Sejauh ini, ia masih menunggu hasil perundingan Kementerian Pariwisarta Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Indonesia dengan pemerintah Israel.
ADVERTISEMENT
"Kita menunggu hari ini semoga kabar baik, katanya lagi ada perundingan, antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Luar Negeri di Israel. Semoga kita masih bisa di 26 Juni ini," harapnya.
Pemerintah Israel sendiri telah menunda larangan WNI berkunjung ke Israel hingga 26 Juni mendatang. 2.200 WNI yang dijadwalkan mengunjungi Israel dalam beberapa minggu ke depan dapat dilaksanakan seperti seharusnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·