kumparan
8 Mei 2018 10:29 WIB

Lecehkan 4 Wanita, Jaksa New York Mundur

Jaksa New York, Eric Schneiderman. (Foto: Reuters/Brendan McDermid)
Jaksa New York Eric Schneiderman, memutuskan mengundurkan diri. Keputusan yang diambil pada Senin (7/5) waktu setempat dilakukan setelah Schneiderman dituduh melakukan pelecehan seksual fisik kepada empat orang wanita.
ADVERTISEMENT
Schneiderman menolak segala tuduhan yang disampaikan lewat sebuah artikel di media New Yorker. Namun, keputusan untuk menanggalkan jabatannya sudah bulat.
"Dalam beberapa jam belakangan, ada tuduhan serius yang dialamatkan kepada saya," ucap Schneiderman seperti dikutip dari Reuters, Selasa (8/5).
Jaksa New York, Eric Schneiderman. (Foto: Reuters/Shannon Stapleton)
"Tuduhan ini tidak terkait dengan pekerjaan dan operasional kantor, tetapi ini sudah menghentikan saya memimpin lembaga ini di waktu kritis, saya memutuskan mengundurkan diri," sambung Schneiderman.
Dalam artikel yang dipublikasikan The New Yorker, empat orang perempuan mengaku terlibat asmara terlarang dengan yang bersangkutan. Mereka mengaku menjadi subjek kekerasan fisik non-konseksual oleh Schneiderman.
Tuduhan adanya kekerasan fisik direspons Schneiderman. Dia menegaskan, tudingan itu mengada-ada.
Jaksa New York, Eric Schneiderman. (Foto: Reuters/Brendan McDermid)
"Saya tidak menyerang siapa pun. Saya tidak pernah terlibat dalam seks non-konseksual. Itu adalah garis yang tak mungkin saya lewati," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Menanggapi keputusan Schneiderman, Wali Kota New York, Andrew Cuomo, menyatakan pihak berwenang tengah mengusut kebenaran berita itu. Pengunduran diri Schneiderman telah diterima dirinya.
"Saya pikir tak mungkin Eric Schneiderman melanjutkan tugasnya sebagai Jaksa New York, dan untuk kebaikan lembaga yang dipimpinnya, dia seharusnya mundur," sebut Cuomo.
Kasus Schneiderman menjadi sorotan tajam di Big Apple. Seorang korban Schneiderman mengaku pernah ditampar oleh Jaksa itu setelah menolak diajak berhubungan badan berulang kali.
Para korban pun menyatakan, Schneiderman kerap melakukan hubungan intim dalam keadaan mabuk. Karena pengaruh alkohol itu pula pejabat tersebut kerap melakukan kekerasan.
Schneiderman menjadi Jaksa sejak akhir 2010. Namanya mencuat setelah mendukung #MeTooMovement. Gerakan itu dibuat untuk menentang pelecehan seksual oleh politikus, pelaku media, pebisnis, mau pun artis.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan