Lion Air Gandeng Swasta Asal Belanda Cari CVR dan Penumpang JT-610

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembongkaran posko pencarian korban pesawat Lion Air JT 610 di JICT.
 (Foto: Adhim Mugni Mubaroq/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pembongkaran posko pencarian korban pesawat Lion Air JT 610 di JICT. (Foto: Adhim Mugni Mubaroq/kumparan)

Lion Air akan melanjutkan proses evakuasi dan pencarian terhadap Cockpit Voice Recorder (CVR) dan korban jatuhnya JT-610 Boeing 737 Max 8 yang masih belum ditemukan di Tanjung Karawang beberapa waktu lalu. Lion Air telah menggandeng perusahaan swasta asal Belanda untuk melakukan pencarian.

"Upaya pencarian lanjutan tersebut merupakan bentuk komitmen Lion Air dan berdasarkan permintaan dari pihak keluarga. Dalam proses pencarian kembali, Lion Air menunjuk perusahaan swasta profesional asal negara Belanda dengan menggunakan kapal laut MPV Everest," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya, Senin (17/12).

Danang mengungkapkan, Lion Air telah mengeluarkan dana sebesar Rp 38 miliar untuk melanjutkan proeses pencarian kembali. Fokus pencarian akan dilakukan pada koordinat terakhir jatuhnya JT-610.

"Proses pencarian akan difokuskan berdasarkan pemetaan terakhir area koordinat jatuhnya penerbangan JT-610 dengan waktu operasional 10 hari berturut-turut, pada Desember 2018. Dalam hal ini, apabila ditemukan (jenazah) maka akan diambil dan diserahkan kepada Badan SAR Nasional (BASARNAS) guna tindakan selanjutnya sesuai prosedur. Proses pencarian juga dilakukan terhadap kotak hitam yaitu alat perekam suara di ruang kemudi pilot (CVR)," ucap Danang.

Black Box milik pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan sebelah Utara Karawang, Jawa Barat ditemukan (29/10/2018). (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)
zoom-in-whitePerbesar
Black Box milik pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan sebelah Utara Karawang, Jawa Barat ditemukan (29/10/2018). (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Seharusnya, proses pencarian lanjutan dilakukan mulai Senin ini. Akan tetapi, kapal laut MPV Everest yang akan ikut mencari mengalami keterlambatan kedatangan karena cuaca buruk. Proses pencarian baru akan dilakukan Rabu (19/12) mendatang.

"Informasi terkini, bahwa kapal mengalami keterlambatan yang rencananya akan tiba di perairan Karawang pada (17/ 12). Kondisi terakhir malam hari (15/ 12) disebabkan cuaca buruk serta hujan deras di Johor Bahru yang mengganggu proses mobilisasi peralatan dan kru selama tiga hari terakhir," ujar Danang.

"Direncanakan kapal akan berlayar (17/12), dengan pagi hari dimulai proses imigrasi dan kepabeanan (customs). Hal ini dikarenakan kapal berkapasitas sebesar MPV Everest tidak diberikan izin untuk keluar dari pelabuhan pada malam hari. Perkiraan waktu tempuh perjalanan dari Johor Bahru menuju perairan Karawang adalah 2 hari dan 5 jam. Sehingga kapal akan tiba di Karawang sekitar," lanjut dia.

Lebih lanjut, Danang mewakili Lion mengucapkan rasa terima kasih kepada Basarnas dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian JT-610. Menurutnya proses pencarian lanjutan ini merupakan bentuk keseriusan Lion untuk terus berupaya mencari dan mengevakuasi korban yang masih belum ditemukan.

"Bahwa pencarian kembali ini juga merupakan kesungguhan Lion Air untuk mencari bagian kotak hitam yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) yang menurut Undang-Undang adalah tugas dan tanggung jawab dari KNKT seperti yang tertulis didalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2012 tentang Komite Nasional Keselamatan Transportasi Bab VI Pasal 48 yang menjelaskan bahwa

“Segala biaya yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas KNKT dan tugas Sekretariat KNKT dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara cq. anggaran Kementerian Perhubungan,” tutup Danang.

Petugas dari KNKT mengidentifikasi serpihan milik pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan sebelah Utara Karawang, Jawa Barat (29/10/2018). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas dari KNKT mengidentifikasi serpihan milik pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan sebelah Utara Karawang, Jawa Barat (29/10/2018). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)