Lion Air soal Airspeed Rusak pada 4 Penerbangan: Tanya KNKT

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirut Lion Air Group Edward Sirait (Foto: Dewi Rachmat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Dirut Lion Air Group Edward Sirait (Foto: Dewi Rachmat/kumparan)

KNKT mengungkapkan ada kerusakan pada airspeed indicator pada Lion Air PK-LQP yang jatuh di Ujung Karawang, Jawa Barat. Bahkan kerusakan sudah terjadi pada 3 penerbangan sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait mengatakan, pihaknya tak mau berkomentar banyak soal fakta itu. Dia menyerahkan semuannya kepada KNKT.

ELT, Direction Flight, dan roda pesawat Lion Air JT-610 tiba di posko evakuasi JICT, Senin (5/11/2018).
 (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
ELT, Direction Flight, dan roda pesawat Lion Air JT-610 tiba di posko evakuasi JICT, Senin (5/11/2018). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

"Tanya aja ke KNKT. Saya nggak bisa menjawab. Tanya KNKT," kata Edward di KRI Banda Aceh, perairan Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11).

Edward terus mengelak saat ditanyakan berbagai temuan KNKT terkait jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 itu. Lagi-lagi dia menyerahkan ke KNKT.

"Sudah kami serahkan data ke KNKT. Mereka yang investigasi," ucap dia.

Kondisi Black Box yang ditemukan. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Black Box yang ditemukan. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Setelah Flight Data Recorder (FDR) berhasil diangkat dari dasar laut dan diunduh datanya, KNKT mulai menemukan sejumlah fakta dari data itu.

Sejumlah fakta yang berhasil diungkap, yakni mesin pesawat dalam keadaan menyala saat jatuh ke laut, adanya kerusakan pada airspeed indicator, kerusakan sudah terjadi pada 4 penerbangan terakhir, dan pesawat jatuh dalam keadaan utuh lalu pecah saat menyentuh air.