LSI: 60,7% Publik Dukung Mahasiswa Tolak Revisi UU KPK

Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis temuan respons publik terhadap aksi unjuk rasa mahasiswa terkait penolakan revisi UU KPK. Hasilnya, mayoritas responden mendukung aksi tersebut.
“Sebanyak 60,7 % menyatakan mendukung. Ada 5,9 % yang menyatakan tak mendukung aksi mahasiswa. Lalu ada 31,0 % menyatakan netral dan 2,3% tidak menjawab,” ucap Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, di Erian Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/10).
LSI juga menanyakan kepada responden terkait isu unjuk rasa mahasiswa ditunggangi oleh kepentingan anti-Jokowi. Hasil survei menunjukkan gerakan mahasiswa terpecah.
Sekitar 16,4 persen responden menjawab demonstrasi mahasiswa digerakkan oleh kelompok anti-Jokowi. Sementara 11,8 persen menjawab demonstrasi sepenuhnya ditumpangi oleh anti-Jokowi.
“Lalu ada 46,8% menjawab, ada dua kelompok berbeda, demonstrasi mahasiswa (murni) dan demonstrasi kelompok anti Presiden Jokowi, dan keduanya terpisah. Dan sebanyak 25,0% tak memberikan jawaban,” paparnya.
Survei dilakukan pada Desember 2018 hingga September 2019 di seluruh provinsi. Responden dalam survei ini dipilih secara acak dari responden LSI sebelumnya. Para responden dihubungi melalui sambungan telepon. Total ada 23.760 responden, namun, hanya 1.010 yang dihubungi.
“Responden diwawancarai lewat telepon oleh pewawancara yang telah dilatih. Toleransi kesalahan (margin of error) survei diperkirakan 3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling,” tutup Djayadi.
