Pencarian populer

Luhut Ingatkan Edy Rahmayadi: Banyak Keramba Bisa Rusak Danau Toba

Luhut Binsar Panjaitan. Foto: Facebook/@Luhut Binsar Panjaitan

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan prihatin dengan kondisi air di Danau Toba, Sumatera Utara. Ia mengingatkan Gubernur Sumatera Utara Eddy Rahmayadi bahwa keberadaan keramba turut menyumbang kerusakan lingkungan Danau Toba.

"Jadi saya titip Pak Gubernur, Pak Bupati, kebersihan Danau Toba jangan dicemari. Itu saya minta untuk tidak dilakukan. Sekarang terlalu banyak keramba-keramba di Danau Toba, pasti akan merusak lingkungan," ujar Luhut saat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumut, Kamis (11/7).

Selain keramba, dia menilai air di Danau Toba juga tercemari limbah dari industri peternakan ikan hingga kotoran babi. Kondisi air yang kotor menurutnya akan membuat wisatawan tidak mau datang ke Danau Toba.

"Pemda-pemda ayo kita kerja sama. Tapi maaf ya, jangan mau hanya dikasih duit sama perusahaan itu, lantas kita diam, enggak waktunya lagi itu," ujar Luhut.

Pemadangan Danau Toba dari Menara Tele saat pagi hari. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Luhut menjelaskan pariwisata, seperti Danau Toba, merupakan sektor yang paling mudah untuk mendapatkan devisa. Karena itu, kata dia, Presiden Jokowi memerintahkan agar sektor pariwisata diperbaiki dan diintegrasikan.

"Terintegrasi itu semua menyangkut masalah budaya, menyangkut masalah handycraft, menyangkut masalah kelakuan bagaimana kita melayani. Kemudian kebersihan itu semua terintegrasi, itu harus jadi, tidak hanya promosi saja. Kalau hanya promosi saja banyak orang datang sekali dia lihat Danau Toba jorok, itu akan menjadi iklan yang jelek buat kita," ujar Luhut.

Mengenai kebersihan, menurut Luhut hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama antara gubernur dan masyarakatnya. Termasuk membatasi jumlah peternak ikan di Danau Toba yang dimiliki pihak asing, yang pakan ternaknya banyak mencemari air Danau Toba.

"Kalau tidak, turis tidak akan datang ke sana. Masa masih ada kotoran babi dibuang ke sana. Jangan ada lagi kotoran rumah tangga di situ (Danau Toba). Siapa lagi orang yang akan datang ? Daya tampung Danau Toba juga terbatas. Jangan nanti ikannya ditampung, yang menikmati hasilnya orang Swiss, Eropa, kita hanya terima kotorannya," tegasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.54