Makan Malam Bakso Megawati dan Jokowi soal Kabinet di Istana Bogor

Presiden Jokowi telah bertemu dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk membahas situasi bangsa dan politik terkini, termasuk masalah kabinet periode 2019-2024. Pertemuan digelar pada Selasa (15/10) di Istana Bogor.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pertemuan digelar pada pukul 19.00 WIB. Jokowi bertemu empat mata dengan Megawati. Pertemuan juga diselingi dengan makan malam bersama. Makan malam yang disajikan antara lain mie jawa dan bakso.
Hasto menjelaskan, menu yang dipilih merepresentasikan hasil pertemuan tersebut, termasuk soal kabinet. Misalnya, menu mie jawa.
"Mie jawa itu kan banyak bumbunya, kaya bumbu, kaya rasa. Menggambarkan banyak variabel yang dibahas dengan bumbu-bumbu dari berbagai perspektif," ujar Hasto kepada kumparan, Kamis (17/10).
Selain itu, menu bakso yang dimakan oleh Jokowi dan Megawati memberi sinyal adanya kesepakatan termasuk soal kabinet.
"Bakso itu kan bulat ya, bulat kan berarti sudah sepakat. Kesepakatannya apa ya hanya beliau berdua yang bisa menjelaskan," lanjut Hasto.
Hasto yang ikut mendampingi Megawati ke Istana Bogor mengatakan, usai pertemuan keduanya tampak happy. Tak ada raut ketegangan usai membahas soal kabinet.
Mengenai nama-nama yang akan menjadi menteri dari PDIP, Hasto mengaku tidak tahu. Yang pasti, kata dia, Megawati sudah memberikan saran kepada Jokowi mengenai sejumlah nama dari internal PDIP. Tapi, keputusan akhir berada di tangan Jokowi.
"Kita lihat saja nanti pengumumannya oleh Pak Jokowi, kan tinggal sebentar lagi," tutur dia.
Namun, Hasto mengatakan, ada sejumlah masukan yang diberikan oleh PDIP kepada Jokowi. Salah satunya soal nomenklatur kementerian. PDIP menilai hendaknya perubahan nomenklatur tidak dilakukan secara masif.
Melihat situasi dan kondisi bangsa terkini dan agar pemerintahan Jokowi bisa langsung tancap gas, maka sebaiknya hanya sedikit nomenklatur kementerian yang diubah.
"Dengan struktur dan nomenklatur kabinet yang tidak banyak berubah, dipastikan akan mempercepat konsolidasi pemerintahan Presiden Jokowi," kata Hasto.
