Maruarar Sirait: Anies Harusnya Menerima Hadiah, Ini Salah Saya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicegah personel Paspampres saat hendak menemani Presiden Joko Widodo menyerahkan piala kepada Persija yang memenangi final Piala Presiden melawan Bali United. Padahal selaku tuan rumah, Anies harusnya ikut mendampingi Jokowi sejak awal hingga penyerahan hadiah.
Menanggapi hal tersebut Ketua Steering Committee Piala Presiden, Maruarar Sirait, meminta semua pihak tak membesar-besarkan masalah ini lagi yang nantinya akan memperkeruh suasana.
Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahannya sebagai panitia penyelenggara. Baginya ini merupakan catatan penting yang harus dijadikan sebagai pelajaran.
"Jadi kalau kemarin begitu saya harus sampaikan saya yang paling bertanggung jawab. Dalam logika saya Pak Anies menang harusnya Pak Anies menerima hadiah, tapi itu ketidaktahuan saya dan itu pasti salah saya," ucap Maruarar saat menggelar jumpa pers di Stadion GBK, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (19/2).
Jadi kalau kemarin begitu saya harus sampaikan saya yang paling bertanggung jawab. Dalam logika saya Pak Anies menang harusnya Pak Anies menerima hadiah, tapi itu ketidaktahuan saya dan itu pasti salah saya.
Politisi PDIP ini juga menilai anggota Paspampres yang telah mencegah Anies untuk ikut turun ke lapangan bersama Jokowi dan rombongan juga tidak bersalah. Sebab Paspampres hanya mengikuti daftar nama yang diberikan oleh panitia.
"Jadi kalau ada di sosial media kenapa ditahan itu bukan salah Paspampres, tapi salah saya. Karena memang saat itu saya turun ke bawah saya mengontrol ke bawah naik ke atas dan jemput Pak Presiden kembali," tambah Maruarar.
Ia menjelaskan, selepas kejadian tersebut dirinya masih bertemu dan berbincang dengan Anies di halaman Stadion GBK dan tidak ada permasalahan seperti yang diperbincangkan.
"Tidak ada yang bersalah dan saya yang bersalah saya minta maaf kepada Pak Presiden dan Gubernur DKI. Kalau di luar tidak happy, saya minta maaf jangan salahkan yang lain, tapi salahkan saya," tutup Maruarar.
Saya minta maaf kepada Pak Presiden dan Gubernur DKI.
