Masjid Istiqlal: Kalau DKI Sediakan 7 Ribu Besek, Kami Siap Pakai

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau agar panitia kurban di masjid-masjid yang ada di DKI Jakarta menggunakan besek untuk membungkus daging kurban. Kebijakan ini diambil sebagai pengganti plastik supaya lebih ramah lingkungan.
Menanggapi hal itu, panitia kurban Masjid Istiqlal Abu Hurairah mengatakan, pihaknya mau saja menggunakan besek bambu sebagai wadah daging kurban. Hal itu akan dilakukan sepanjang Pemprov DKI Jakarta menyediakannya.
“Nah, kami juga mendapatkan edaran dari pemerintah DKI untuk menggunakan besek, tetapi kalau seandainya pemerintah DKI tidak memberikan atau menghadiahkan, kami juga agak susah. Kalau pemerintah DKI memberikan beseknya langsung pasti akan kami pakai juga,” kata Hurairah ditemui di Masjid Istiqlal, Jalan Taman Wijayakusuma, Jakarta Pusat, Rabu (31/7).
Hurairah menjelaskan setiap tahunnya Masjid Istiqlal menyediakan 6-7 ribu kantong daging kurban. Bila imbauan itu dilakukan, Masjid Istiqlal harus menyediakan 7 ribu besek bambu.
“Yang jelas kami butuh itu kalau dari tahun sebelumnya itu kami sekitar 6 ribu sampai 7 ribu bungkus. Karena di Istiqlal ini satu bungkus itu satu kilo, untuk satu orang. Kalau dapat 6 ribu kilo berarti 6 ribu plastik, 6 ribu besek artinya,” lanjutnya.
Hurairah mengatakan, pihaknya bisa saja menggunakan besek bambu sebagai wadah. Tapi, dengan waktu yang sudah sangat dekat dengan Idul Adha, pihaknya kesulitan untuk mencari pedagang yang mampu memenuhi kebutuhan Masjid Istiqlal.
“Kalau disuruh sediakan atau buat sendiri ya pasti menyulitkanlah, kami kan lagi sibuk dengan renovasi, ditambah lagi menyediakan itu. Tapi kalau Pemda DKI memberikannya apa salahnya kami pakai besek itu,” ucap Hurairah.
Secara terpisah, PD Pasar Jaya diminta oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memenuhi pasokan besek bambu guna memenuhi kebutuhan Idul Adha.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan akan menyediakan 20 ribu besek yang dijual dengan harga Rp 2 ribu per besek untuk menjadi wadah daging kurban. Besek itu akan dijual di pasar-pasar, tapi belum dirinci di pasar mana saja.
