Pencarian populer

Masjid Raya Al-A'zhom, Masjid Berkubah Tanpa Tiang Penyangga

Tampak luar Masjid Raya Al A'zhom. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

Masjid Raya Al-A'zhom adalah salah satu masjid megah di Indonesia. Masjid Raya Al A'zhom terletak di Jalan Satria Sudirman, tepat berada di dalam kompleks kantor Pemkot Tangerang, Banten.

Masjid bergaya arsitektur Timur Tengah ini dibangun sejak 1998. Namun baru diresmikan pada 2003 oleh Menteri Agama pada saat itu, Said Agil Husin.

Masjid ini dirancang oleh arsitek senior Slamet Wirasonjaya. Masjid yang memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi ini dapat menampung lebih dari 1.500 jemaah.

Suasana di dalam Masjid Raya Al A'zhom. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

Masjid Raya Al-A'zhom memiliki 5 kubah besar yang tampak mentereng dari kejauhan. Diketahui 5 kubah masjid ini terdiri dari kubah utama dan kubah anak. Kubah utama berdiameter sekitar 34 meter, sedangan kubah anak berdiameter sekitar 32 meter. 5 Kubah ini dominasi oleh warna biru mudah dan hijau.

Ketika memasuki ruang utama masjid, pandangan akan tertuju pada bagian dalam atap kubah masjid yang berwarna cokelat berhias ukiran kaligrafi. Sementara dinding ruang utama masjid berwarna biru. Tak lupa ornamen kaligrafi menghiasi dinding ruang utama masjid.

Suasana di dalam Masjid Raya Al A'zhom. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

Jika dilihat dari dalam, terlihat secara jelas 5 kubah megah itu berdiri tanpa tiang penyangga. Digadang-gadang Masjid Raya Al-A'zhom adalah masjid dengan kubah terbesar se-Asia Tenggara.

"Ukuran memang mungkin terbesar se-Asia Tenggara, dengan catatan tanpa tiang penyangga. Mungkin kalau kubah terbesar di dunia, mungkin ada masjid lain yang lebih besar," jelas pengurus Dewan Kejormatan Masjid (DKM) Masjid Raya Al-A'zhom, Muhammad Rofiki di lokasi, Selasa (5/6).

"Kubahnya langsung menempel di dinding, tiang penyangganya enggak ada," imbuhnya.

Suasana di dalam Masjid Raya Al A'zhom. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

Menurut Rofiki, bukan tanpa sebab kubah di masjid ini berjumlah 5 buah. Ia mengatakan, kubah masjid yang berjumlah 5 buah ini adalah simbol dari rukun Islam.

Jika dilihat secara seksama, ukiran kaligrafi yang terdapat pada kubah masjid, adalah surat An-Nuur, Al-Baqarah dan An-Nissa.

Bedug di Masjid Raya Al A'Zhom. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

Selain itu, pada bagian luar masjid terdapat beduk yang digadang-gadang sebagai beduk terbesar di Indonesia.

"Benar, ukuran bedugnya itu diameter sekitar 185 sentimeter, itu kayu murni, kayu gelondongan, itu bukan sambungan," ujar Rofiki.

Bedug di Masjid Raya Al A'Zhom. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

Dalam masjid ini, juga terdapat perpustakan dan galeri pameran sejarah Islam. Perpustakaan dan galeri itu terdapat pada lantai dua masjid. Untuk menuju lantai dua, jemaah dapat menggunakan tangga yang berada di sisi kanan dan kiri ruang utama masjid.

Dalam perpustakaan dan galeri Masjid Raya Al-A'zhom tampak sejumlah buku, Al-Quran, hingga kitab kuning --kitab tradisional yang berisi pelajaran agama islam-- dipajang dan tertata rapi. Tentu semuanya bebas dibaca oleh para jemaah.

Suasana di Galeri Islam Masjid Raya Al A'zhom. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

Rofiki mengatakan, masjid ini sering digunakan masyarakat untuk sejumlah kegiatan Islam, terutama saat Ramadhan. Bahkan sering digunakan sebagai lokasi acara tausiah dan pengajian di televisi

"Ya seperti ini ada gema Ramadhan dari Indosiar, ada melakukan shooting di sini, terus kalau mingguan juga ada kegiatan DKM (Dewan Kemakmuran Masjid), dan kegiatan pusat Kota Tanggerang juga. Ya banyak lah kegiatan Islamnya," pungkasnya.

Suasana di Galeri Islam Masjid Raya Al A'zhom. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57