Massa Pendukung Jokowi Ricuh di Depan Masjid Jogokariyan, Polisi Usut

kumparanNEWSverified-green

clock
Suasana Masjid Jogokariyan usai kerusuhan di Yogyakarta. (Foto: Arfiansyah Panji/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Masjid Jogokariyan usai kerusuhan di Yogyakarta. (Foto: Arfiansyah Panji/kumparan)

Kericuhan terjadi di depan Masjid Jogokariyan, Jalan Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta. Kericuhan pada Minggu (27/1) sore dipicu saat rombongan massa simpatisan PDIP yang baru saja pulang dari deklarasi mendukung capres 01 Jokowi - Ma'ruf Amin di Stadion Mandala Krida, mencopoti spanduk yang berada di area jalan di depan masjid.

Tak hanya itu saja, massa juga berhenti di depan masjid dan menggeber motornya.

Menurut Wakapolda DIY Brigjen Bimo Anggoro Seno, kasus di Jogokariyan ini sudah dalam penanganan.

facebook embed

"Kronologinya, mereka pulang dari Mandala Krida, itu kan rata-rata mereka ini anak-anak masih remaja, iseng begitu. Tidak ada maksud apa-apa tapi sudah diselesaikan oleh kita. Kita atensi itu," jelas Bimo, Senin (28/1).

Pada Minggu sore itu, adu mulut juga sempat terjadi antara pemuda masjid dan massa PDIP. Namun Bimo kembali menegaskan, kasus ini sudah diselesaikan.

"(Peristiwa) Di masjid itu kan sebetulnya (mereka) di luar. Tidak ada masjid dilempari. Dan itu sudah diselesaikan oleh takmir masjid dan Muspika, Danramil, Kapolsek. Tadi malam Dirkrimum sudah ke sana tidak ada masalah," kata Bimo.

Informasi yang diperoleh kumparan, pada malam harinya, pihak masjid, Muspika, anggota TNI dan Polri, serta perwakilan PDIP sudah bertemu. Pihak PDIP juga sudah meminta maaf.

Dan siang ini dijadwalkan ada rencana lanjutan pertemuan perdamaian.

Profil Singkat

Masjid Jogokariyan adalah masjid bersejarah yang terletak di Kampung Jogokariyan, diresmikan pada Agustus 1967 oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta.

Masjid ini semula adalah sebuah langgar kecil, tapi kemudian berkembang pesat, bahkan menjadi masjid percontohan nasional. Hal ini karena masjid ini berorientasi ada pelayanan umat dan dikelola dengan manajemen modern.

"Manajemen Masjid Jogokariyan merupakan manajemen masjid modern yang berlandaskan pada nilai-nilai masjid pada zaman Rasulullah SAW di mana masjid menjadi jantung pokok kegiatan masyarakat serta bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekitar," demikian yang tertulis di website masjid.

Logo Masjid Jogokariyan cukup unik, yaitu menggabungkan bahasa Arab, Indonesia, dan Jawa. Ini adalah wujud dari semangat pengelola dan jemaah masjid untuk menjadi muslim yang saleh seutuhnya tanpa kehilangan akar budaya.

embed from external kumparan