Median: Elektabilitas Prabowo Semakin Turun, Berat untuk Hadapi Jokowi

Dorongan agar Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak maju lagi sebagai capres di Pemilu Presiden 2019 semakin kuat.
Direktur Eksekutif lembaga survei Median, Rico Marbun menyampaikan bahwa untuk meraih kemenangan di Pilpres, kans Prabowo dinilai cukup berat. Meski, elektabilitas Prabowo adalah yang terdekat dengan Jokowi.
"Sampai saat ini memang Prabowo merupakan penantang yang memiliki elektabilitas paling dekat dengan petahana. Namun ada problem yang cukup mengganjal," ujar Rico di Jakarta, Rabu (28/3).
"Data kami bulan Oktober 2017 suara Pak Prabowo 23.2 % bulan Februari 2018 turun lagi menjadi 21.2 %," imbuhnya.
Tren data itu menunjukkan bahwa elektabilitas Prabowo justru merosot dan disaat bersamaan, publik lebih menginginkan figur baru karena jenuh dengan sosok-sosok lama yang pernah bertarung di Pemilu 2014.
"Secara konsisten data elektabilitas Pak Prabowo justru menurun di saat tema kepemimpinan baru mulai menghangat di tengah masyarakat. Tren data ini mengcapture adanya tendensi publik ingin kepemimpinan alternatif dan baru tapi agak sedikit jenuh dengan figur yang pernah bertarung di Pemilu 2014 silam," ungkapnya.
Rico mengatakan, sebaiknya Prabowo mempertimbangkan figur-figur alternatif seperti Gatot Nurmantyo, AHY, Anies Baswedan, hingga TGB untuk diusung sebagai capres di Pilpres 2019. Bahkan di koalisi Jokowi ada figur seperti Muhaimin Iskandar hingga Zulkifli Hasan yang juga bisa dipertimbangkan.
"Ada baiknya mereka diberi kesempatan oleh Prabowo sambil melihat mana yang terbaik," tandasnya.
