Menakar Modal Duit Prabowo untuk Pilpres 2019

Pilpres 2019 sebentar lagi. Meski belum secara resmi mendeklarasikan diri, nama Prabowo Subianto digadang-gadang akan jadi lawan Jokowi dalam gelaran 5 tahunan tersebut.
Selain dukungan partai, modal finansial yang harus dimiliki untuk maju dalam Pilpres tidaklah kecil. Terbukti, pada Pilpres 2014, tercatat Prabowo menghabiskan dana sekitar Rp 166 miliar untuk bisa bertarung.
Meski pada akhirnya, saat itu Prabowo dikalahkan oleh Jokowi. Seperti tak menyurutkan niat mantan jenderal bintang tiga itu untuk kembali bertarung pada 2019 nanti.
Yang menjadi pertanyaan, berapa harta kekayaan Prabowo saat ini?
Menurut data 2014 (laporan kekayaan di KPK saat Prabowo maju di Pilpres 2014), tercatat harta kekayaan Prabowo sebesar Rp 1. 773.591.655.650.
Harta tak bergerak milik ketua umum partai Gerindra itu antara lain 4 bidang tanah senilai Rp 105.892.190.000. Ia juga memiliki 8 unit kendaraan senilai Rp 1.432.500.000. Diketahui Prabowo juga memiliki usaha peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan beberapa usaha lainnya yang bernilai Rp 12.196.000.000.

Selain itu, harta tak bergerak Prabowo juga berupa barang seni dan antik yang setara dengan Rp 3.000.500.000.
Prabowo juga memiliki harta bergerak lain sebanyak 127 buah dengan total nilai Rp 1.221.727.000. Prabowo juga memiliki surat berharga dengan nilai Rp 1.526.182.000.011 dan USD 7.500.000.
Harta bergeraknya juga tercatat dalam bentuk uang tunai, deposito, tabungan, giro dan setara kas lainnya yang tersimpan dalam lima rekening berbeda. Kelima rekening itu bernilai Rp 20.496.697.361 dan USD 3.134. Meski tidak besar, Prabowo juga memiliki utang, Rp 28.993.970.
Jumlah total kekayaan Prabowo pada 2014 tidak jauh berbeda, jika dibandingkan dengan total kekayaan Prabowo pada 2009. Total kekayaannya pada 2009 (laporan kekayaan saat Prabowo menjadi Cawapres di 2009) sebesar Rp 1.783.566.223.359.
Pada pemilu 2014, menurut data dari Indonesia Corruption Watch (ICW), pasangan Prabowo-Hatta tercatat hanya menghabiskan dana sebesar Rp 166 miliar.
Jika ditarik lagi, pada 2009, saat Prabowo berduet dengan Megawati dalam Pilpres 2009, ia menghabiskan dana kampanye sekitar Rp 257 miliar.
Beberapa pihak menyebut kekuatan logistik dan finansial Prabowo tidak cukup kuat untuk maju sebagai capres 2019. Hal ini dibenarkan oleh Waketum Gerindra, Desmond Junaidi.
"Kalau kenyataan begitu mau apa," ujar Desmond kepada wartawan, Kamis (29/3).
Menurutnya, menjadi presiden adalah suratan takdir yang ditetapkan oleh Tuhan. Maka ia menyebut, pihaknya tak ingin mendahului kehendak Tuhan. Ia tetap optimis, Prabowo bisa mengalahkan Jokowi di Pilpres nanti, meski tidak memiliki dukungan logisitik dan finansial sebanyak Jokowi.
