kumparan
7 Sep 2019 7:43 WIB

Menelusuri Jejak Robert Mugabe di Indonesia

Robert Mugabe. Foto: AFP/Jekesai NJIKIZANA
Eks Presiden Zimbabwe Robert Mugabe meninggal dunia di usia 95 tahun pada Jumat (6/9). Mugabe wafat setelah berbulan-bulan dirawat di Singapura.
ADVERTISEMENT
Bagi masyarakat Zimbabwe, sosok Mugabe bisa dibilang merupakan tokoh yang dipuja sekaligus dibenci. Ia merupakan 'penguasa' Zimbabwe terlama, yaitu selama tiga dekade sejak 1980 hingga 2017.
Di awal pemerintahannya, Mugabe diapresiasi lantaran berhasil menghapus diskriminasi rasial. Ia juga sukses memperkuat perekonomian dan kesehatan, terutama bagi warga kulit hitam di Zimbabwe.
Namun, setelah bertahun-tahun berkuasa, ia dinilai memerintah secara otoriter. Bahkan, sebelum lengser lewat kudeta, Mugabe disebut-sebut sebagai biang keladi runtuhnya perekonomian dan politik di negara tersebut.
Terlepas dari sepak terjang Mugabe di negaranya, rupanya ia juga memiliki ikatan yang cukup dekat dengan Indonesia. Terhitung, ia sudah pernah bertemu dan menjalin pertemanan dengan tiga Presiden Indonesia.
Misalnya pada Sidang Awal Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada 2015 di Jakarta. Saat itu, Mugabe --yang menjabat sebagai Ketua Uni Afrika-- menemani Presiden Joko Widodo untuk membuka sidang tersebut.
ADVERTISEMENT
Ketika memimpin sidang, Mugabe menyoroti pentingnya kerjasama antara negara Asia-Afrika, termasuk Indonesia. Bahkan, ia menyebut, negaranya sudah banyak menjalin kerjasama dengan Indonesia.
"Kami banyak bersinergi dengan Indonesia. Kita harus mengingat pentingnya kontribusi perusahaan swasta di Afrika untuk memobilisasi perekonomian kami. Kami harap, perusahaan swasta di Asia juga bergabung dengan kami," kata Mugabe saat itu.
Robert Mugabe. Foto: AFP/DON EMMERT
"Anggota permanen Asia-Afrika membahas banyak sekali yang sejalan dengan kebutuhan kami di Afrika. Kita harus terus memperkuat persatuan kita, karena persatuan tidak akan terjalin dengan sendirinya, tanpa kita usahakan," lanjutnya.
Pada tahun 2005 silam, Mugabe juga pernah bertemu dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Saat itu, Mugabe meluapkan unek-uneknya soal kondisi Zimbabwe yang meski sudah merdeka namun masih sering dicampuri negara lain.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, dalam pertemuan tersebut Mugabe juga membicarakan soal keinginannya menggunakan produk Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN) milik Indonesia. Kala itu, Zimbabwe memang sudah memiliki 5 MoU dengan Indonesia yang mencangkup bidang teknik, pertanian, perdagangan, dan pendidikan.
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe bertemu Presiden RI Soeharto. Foto: PNRI
Mugabe juga cukup dekat dengan Presiden ke-2 RI Soeharto. Pada masa pemerintahan Soeharto, Mugabe pernah berkunjung ke Indonesia dan berbicara empat mata di Istana Merdeka.
Ada sejumlah pembicaraan seputar kerja sama yang mungkin dilakukan antara Zimbabwe dengan Indonesia. Termasuk kemungkinan membuka rute penerbangan Garuda Indonesia ke Afrika.
Satu tahun setelahnya, giliran Soeharto yang membalas kunjungan Mugabe. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat kerjasama negara-negara di Selatan, terutama di bidang ekonomi, sosial, dan perdamaian dunia.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan