NasDem DKI di Depan Risma: Apakah Ibu Mau Diboyong ke Jakarta?

Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD dan Pemprov DKI Jakarta mengunjungi Pemkot Surabaya, Senin (29/7). Kunjungan itu terkait studi banding pengelolaan sampah yang diterapkan Pemkot Surabaya.
Dalam rapat kunjungan tersebut Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Besari Barus coba ‘melamar’ Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk maju dalam Pilgub DKI pada 2022 mendatang.
Lamaran itu dimulai dari pembahasan tempat pembuangan sampah di Bantargebang Kota Bekasi akan overload pada 2021. Sedangkan, Pemprov DKI baru berencana membangun TPA pada 2020.
“Apakah Ibu Risma mau kita boyong ke Jakarta dalam waktu dekat? Masalah sampah ini bisa terselesaikan kalau Pilkada mendatang Bu Risma pindah ke Jakarta," kata Bestari yang disambut riuh tepuk tangan sejumlah peserta.
Bestari juga mempertanyakan kepada pejabat Pemprov DKI Jakarta yang ikut dalam rombongan, perihal jumlah anggaran pengelolaan sampah yang nilainya cukup besar, Rp 3,7 triliun. Sementara, anggaran Kota Surabaya dalam pengelolaan sampah sebesar Rp 30 miliar, dengan pengelolaan yang lebih efisien dan mampu memberdayakan masyarakat.
“Anggarannya 4 kali lipatnya dari Surabaya ini," ungkapnya.
“Tentu ini menjadi pembelajaran bagi kami yang dari Jakarta dengan anggaran yang begitu besar masih masih belajar ke Surabaya, bagaimana pengelolaan sampah yang efektif dan efisien,” imbuhnya.
Risma mengatakan, Kota Surabaya mampu menekan biaya pengelolaan sampah lantaran memiliki sistem pengelolaan sampah independen. Pengangkutan sampah juga dilakukan swakelola oleh Pemkot Surabaya. Selain itu, pengelolaan sampah juga melibatkan masyarakat sehingga ada pemberdayaan kesejahteraan warga Surabaya.
"Saya yakin DKI Jakarta kalau punya pengelolaan sampah sendiri pasti biaya angkutannya turun. Sebab, di Surabaya ini anggarannya 50 persen untuk operasional angkutan,"ujar Risma.
