Pencarian populer

Palestina Akan Buka Kedubes di Paraguay Setelah Israel Hengkang

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki . (Foto: Ozan Kose/AFP)

Pemerintah Palestina menyampaikan pujiannya kepada Paraguay yang memindahkan Kedutaan Besar mereka di Israel dari Yerusalem ke Tel Aviv. Palestina bahkan menyatakan akan segera membuka Kedutaan besar mereka di ibu kota Paraguay, Asuncion, usai Israel hengkang dari negara itu lantaran marah.

Dalam pernyataannya, Rabu (5/9), Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki mengatakan pemindahan kedubes adalah berkat lobi ketat Palestina terhadap pemerintahan baru Paraguay di bawah Presiden Mario Abdo Benitez. Presiden Paraguay sebelumnya Horacio Cartes mengekor Amerika Serikat yang memindahkan Kedubes dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Langkah berani oleh pemerintah Paraguay adalah contoh bagi seluruh negara dalam menghadapi ketamakan Israel dan upaya pemerintah Amerika menerapkan ketamakan itu kepada dunia ketika memindahkan kedubes ke Yerusalem," kata Maliki, dikutip dari The Times of Israel.

Akibat langkah Benitez mengembalikan Kedubes Paraguay ke Tel Aviv, Israel marah. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menutup Kedubes Israel di Paraguay dan menarik pulang Duta Besar Ze’ev Harel. Menurut Netanyahu, keputusan Benitez mengganggu hubungan kedua negara.

Padahal Kedubes Israel di Asuncion baru dibuka kembali dua tahun lalu setelah ditutup sejak 2002 karena kekurangan biaya.

Maliki mengatakan Palestina akan membuka kedutaan besar mereka di Asuncion untuk menggantikan Israel. Kantor perwakilan ini, kata Maliki, akan mempererat hubungan antara Palestina dan Paraguay, salah satu negara Amerika Selatan yang mengakui kedaulatan Palestina.

Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah juga berterima kasih atas langkah Paraguay memindahkan kedutaan dari Yerusalem.

"Kami menyampaikan rasa hormat kepada kepemimpinan di Paraguay atas keputusan bijak memindahkan Kedubes dari kota pendudukan Yerusalem sebagai bentuk penghargaan terhadap hak-hak rakyat Palestina dii bawah hukum internasional," kata Rami Hamdallah.

Saat ini tinggal Amerika Serikat dan Guatemala yang masih memiliki Kedubes di Yerusalem. AS pada Mei lalu memicu kemarahan dunia setelah memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem. Langkah AS dianggap pelanggaran hukum internasional karena status Yerusalem yang masih diperselisihkan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57