PBB Minta Rusia Hentikan Penyiksaan di Penjara

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyiksaan tahanan di penjara Rusia. (Foto: Dok. Youtube/Novaya Gazeta)
zoom-in-whitePerbesar
Penyiksaan tahanan di penjara Rusia. (Foto: Dok. Youtube/Novaya Gazeta)

Penyidik badan HAM PBB meminta Rusia menghentikan penyiksaan di dalam penjara dan menghukum para pelakunya. Seruan ini disampaikan menyusul bocornya video penyiksaan salah satu tahanan di penjara Rusia.

Diberitakan Reuters, Komisi Menentang Penyiksaan, salah satu badan penyidik HAM PBB, pada Jumat (10/8) tidak hanya meminta Rusia menghentikan penyiksaan di penjara tapi juga memberi waktu setahun bagi pemerintah Kremlin melaporkan perkembangan kasus penyiksaan napi Yevgeny Makarov dan dugaan perlakuan serupa terhadap jurnalis dan aktivis.

Sebelumnya bulan lalu beredar rekaman video berdurasi 10 menit yang menayangkan penyiksaan terhadap Makarov di penjara kota Yaroslavl, timurlaut Moskow. Peristiwa itu terjadi pada Juni 2017, namun baru diselidiki setelah rekamannya bocor ke koran Novaya Gazeta pada Juli lalu.

Penyiksaan tahanan di penjara Rusia. (Foto: Dok. Youtube/Novaya Gazeta)
zoom-in-whitePerbesar
Penyiksaan tahanan di penjara Rusia. (Foto: Dok. Youtube/Novaya Gazeta)

"Video pengawas terbukti tidak efektif mencegah penyiksaan, bahwa video yang terekam berusaha disembunyikan selama hampir satu tahun dan penyelidikan dilakukan hanya setelah rekaman bocor ke media dan menyita perhatian masyarakat luas," ujar panel komisi PBB tersebut.

Wakil Menteri Kehakiman Rusia Mikhail Galperin yang hadir dalam sidang PBB tersebut mengatakan pemerintah telah memecat 17 sipir dalam kasus tersebut, lima di antaranya ditahan untuk diadili. Menurut dia, hal ini menunjukkan "sinyal bahwa penyiksaan tidak bisa diterima" di Rusia.

Komisi PBB juga menyerukan Rusia melindungi keselamatan Makarov di penjara dan pengacaranya Irina Biryukova yang lari keluar negeri karena takut usai menyebar rekaman itu ke media.

Penyiksaan tahanan di penjara Rusia. (Foto: Dok. Youtube/Novaya Gazeta)
zoom-in-whitePerbesar
Penyiksaan tahanan di penjara Rusia. (Foto: Dok. Youtube/Novaya Gazeta)

Menurut penyelidikan komisi PBB, Rusia tidak menyelidiki laporan-laporan penyiksaan dengan serius, terutama jika melibatkan pejabat tinggi.

Ada 600 ribu orang di 1.000 penjara Rusia, dengan 4.000 angka kematian napi tercatat per tahunnya. Komisi PBB mengatakan ini adalah angka kematian napi tertinggi di antara negara-negara Dewan Eropa.

Dalam kesimpulannya, komisi PBB menyerukan Rusia mengurangi angka kematian napi, termasuk akibat bunuh diri, dan menyelidiki seluruh kematian tersebut secara independen yang melibatkan pemeriksaan forensik.