PDIP Minta PKB Tidak Tekan Jokowi soal Cawapres

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Atlet Vilage (Foto: Media INASGOC)
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Atlet Vilage (Foto: Media INASGOC)

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin telah mendeklarasikan diri sebagai cawapres pada Pilpres mendatang. PKB menyebut, jika Joko Widodo memilih Cak Imin menjadi cawapresnya, maka elektabilitas mantan Gubernur DKI itu bisa menanjak.

Sebaliknya, apabila Jokowi tidak memilih Cak Imin, maka 10 juta suara PKB akan beralih ke capres lain.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan partainya masih terus mencermati setiap dinamika politik yang terjadi, termasuk persoalan cawapres Jokowi di Pilpres 2019. Menurutnya, penentuan cawapres Jokowi masih bakal berlangsung lama.

"Kita catat dulu berbagai opini, aspirasi, kalkulasi dan klaim dari berbagai pihak dan kalangan. Ini bagus dalam proses pendewasaan demokrasi. Pihak lain diajak berhitung, menggunakan matematika politik. Soal siapa yang bakal dipilih sebagai cawapres butuh waktu lebih panjang," ujar Hendrawan kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (18/3).

PDIP juga tidak terlalu khawatir dengan ancaman dari PKB terkait suara warga nahdliyin yang akan beralih ke capres lain.

"PDIP tidak merasa terusik atau khawatir. Kami sudah terbiasa dengan neurologi dan psikologi politik berdemokrasi," ucap dia.

Joko Widodo di dalam kereta Stasiun Bandara (Foto: Yudhistira Amsal/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Joko Widodo di dalam kereta Stasiun Bandara (Foto: Yudhistira Amsal/kumparan)

Sementara politikus PDIP Eva Kusuma Sundari meminta agar partai pendukung pemerintah fokus bekerja mewujudkan visi misi pemerintahan Jokowi-JK. Bukan sebaliknya mengancam dan menekan Jokowi.

"Sebaiknya partai pendukung Jokowi ya serius bekerja agar akhir tahun ini nawacita terwujud sehingga menaikkan elektabilitas secara kuat, karena konsentrasi Jokowi saat ini adalah pencapaian nawacita. Jangan diusik dan ditekan-tekan lah," kata Eva saat dikonfirmasi terpisah.

Eva tidak habis pikir apabila sikap PKB ini juga diterapkan oleh partai-partai pendukung yang lain. Misalnya, Golkar yang memiliki kursi terbanyak kedua setelah PDIP di parlemen.

Karena itu, ia berharap mengenai cawapres, partai pendukung sebaiknya memasrahkan kepada Jokowi selaku capres yang diusung.

"Bayangin kalau PDIP atau Golkar juga punya strategi nekan gitu, sementara kursi PDIP dan Golkar lebih besar dari PKB. Cool ajalah, he knows the best who to be chosen dengan mempertimbangkan terjadinya equilibrium. Percayakan pada preside, dia orang baik," pungkas Eva.