Pencarian populer

Pedro Sanchez, PM Spanyol Pertama yang Tidak Percaya Tuhan

Pedro Sanchez PM Spayol Baru (Foto: Emilio Naranjo/Pool via REUTERS)

Pelantikan Pedro Sanchez pada Sabtu (2/6) lalu meninggalkan secuil kisah menarik. Sanchez diambil sumpah menjadi PM Spanyol dan penjaga konstitusi tanpa ada Alkitab dan salib.

Bukan tanpa sebab, pemimpin Partai Sosialis ini merupakan seorang ateis atau tidak percaya akan adanya Tuhan.

Ia pun mencetak sejarah baru. Karena sejak Spanyol menjadi negara demokrasi, Sanchez merupakan seorang ateis pertama yang menjadi kepala pemerintahan.

Katolik memang sudah tidak lagi menjadi agama resmi di Spanyol. Namun, dari berbagai sumber 70,2 persen warga Spanyol adalah pemeluk Katolik.

Pedro Sanchez PM Spayol Baru (Foto: Emilio Naranjo/Pool via REUTERS)

Pemilihan Sanchez yang seorang ateis sebagai PM Spanyol memang bukan hal aneh di negara itu. Walau Raja Felipe VI adalah pemeluk Katolik dan mayoritas pemeluk agama di Spanyol juga Katolik, negara ini memiliki sekularisme cukup kuat dan besar di Eropa.

Sanchez sudah lama menjadi ateis. Tidak ada data pasti kapan dia memulai tidak mempercayai Tuhan, tetapi dalam wawancara dengan media lokal 2014 lalu, dirinya membuat pengakuan publik mengenai hal tersebut.

"Saya adalah seorang ateis dan saya percaya, agama tidak harus diajarkan di kelas, dia semestinya berada di gereja," ucap Sanchez, seperti dikutip dari Patheos, Senin (4/6).

"Di kelas seharusnya digunakan untuk membentuk pendidikan kewarganegaraan bukan membentuk kepercayaan terhadap suata agama," jelas dia.

Pedro Sanchez PM Spayol Baru (Foto: Emilio Naranjo/Pool via REUTERS)

Sebelum dilantik, naiknya Sanchez ke kursi PM, diwarnai keraguan. Sebab, pria tersebut tidak punya pengalaman sama sekali di bidang pemerintahan.

Saat masih muda, laki-laki kelahiran Madrid itu lebih menunjukkan kesukaannya di bidang olah raga dibanding politik. Bahkan dulunya Sanchez pernah bermain untuk tim muda klub basket profesional Spanyol, CB Estudiantes.

Dunia politik baru ditapakinya pada era 2000-an ketika terpilih menjadi salah satu anggota dewan kota Madrid. Karier politik Sanchez di Negeri Matador pun naik turun. Di bawah kepemimpinannya, Partai Sosialis dua kali kalah pemilu.

Rentetan kekalahan itu membuatnya memilih mundur. Namun, pada 2017 Sanchez kembali diminta memimpin Partai Sosialis.

Kesempatan kedua itu dipakai dengan begitu baik olehnya. Sanchez memimpin gerakan menggulingkan Perdana Menteri Rajoy serta Partai Populer dari pemerintahan.

Pada 25 Mei, ia mendaftarkan permohonan diselenggarakannya mosi tidak percaya kepada Rajoy. Pengajuan itu diambil setelah beberapa anggota Partai Populer tersandung kasus korupsi.

Hasilnya memuaskan, pemungutan suara di Parlemen, 180 pemegang hak suara mendukung mosi tidak percaya yang diinisiasi Sanchez. Sementara 169 lainnya menolak dan hanya satu suara abstain.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.36