Pencarian populer

Pemkot Depok Bentuk Tim Pembinaan Terpadu untuk Atasi Maraknya LGBT

Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Ahmad Kafrawi (Foto: Adhim Mugni Mubaroq/kumparan)
Publik tengah menyoroti maraknya perilaku seks menyimpang lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), khususnya yang terjadi di Kota Depok, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok Ahmad Safrawi mengatakan, perilaku LGBT di Depok banyak dilakukan para remaja dan mahasiswa. Ahmad menyebut pelaku LGBT tak hanya berasal dari masyarakat pendatang, namun juga dari warga asli Depok.
"Perilaku itu dicurigai terjadi di daerah kota. Di sini banyak dilakukan, bukan oleh anak-anak, tetapi usia remaja dan mahasiswa. Pelakunya ada pendatang dan warga asli, campur," ujarnya saat ditemui kumparan (kumparan.com), di kantor Dinas Sosial Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Selasa (20/2).
Ilustrasi LGBT (Foto: REUTERS/Fabian Bimmer)
Mengantisipasi maraknya perilaku LGBT, Pemkot Depok tengah mewacanakan pembentukan sebuah tim terpadu dari beberapa instansi terkait. Nantinya, tim tersebut terdiri dari dinas sosial, dinas kesehatan, dan polisi, serta organisasi masyarakat yang fokus dalam menangani masalah LGBT.
ADVERTISEMENT
"Konsepnya tim terpadu itu pembinaan dan imbauan. Pembentukan tim itu sudah dirapatkan satu kali, nanti kita rapatkan lagi," jelas Ahmad.
Ahmad mengaku pihaknya selama ini bekerja sama dengan Lembaga Konsultasi Ketahanan Keluarga (LK3), dalam mengantisipasi perilaku LGBT di kalangan anak-anak dan remaja. Lembaga tersebut dibentuk berdasarkan Perda tentang Ketahanan Keluarga.
"Lewat lembaga tersebut maka akan muncul ketahanan negara dari ketahanan keluarganya. Keluarga itu bisa berkomunikasi dengan anaknya, berkumpul dengan keluarga saling menasehati. Dalam keluarga itu jauh lebih ampuh untuk menangani penyakit seperti itu (LGBT-Red)," tuturnya.
Pelaku penyebaran video sesama jenis (Foto: Dok. Istimewa)
Pada Januari, masyarakat Depok digegerkan dengan kasus video porno sesama jenis yang menyebar di media sosial, Twitter. Video tak senonoh tersebut diperankan oleh dua orang pria, yang ditangkap polisi di wilayah Pancoran Mas, Depok, pada 21 Januari.
ADVERTISEMENT
Dua tersangka yang ditangkap yakni Rudi Saputra (22) dan Muchsin (32). Rudi menyebarkan lewat akun twitter @prassongsup pada 21 Juni 2017. Tujuan Rudi menyebarkan video tersebut karena ia ingin memasarkan jasa pemuas nafsu sesama jenis dengan bayaran Rp 300 ribu - Rp 700 ribu. Kedua tersangka kini ditahan di Mapolres Depok.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80