Pemprov DKI Bakal Sulap TPU di Jakarta Seindah Taman

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemakaman Tanah Kusir. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pemakaman Tanah Kusir. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kehutanan dan Pemakaman berencana memugar Tempat Pemakaman Umum (TPU) seperti taman. Rencana ini merupakan wujud dari kebijakan pemerintah untuk menata pemakaman yang ada di Jakarta.

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan, ada 17 TPU di Jakarta yang akan disulap seperti taman.

“Kemudian untuk makam, makam tidak kalah pentingnya dalam penataan. Jadi ada 17 makam di Jakarta yang nanti (TPU) Tanah Kusir sudah kita data, yang kita sudah punya desainnya itu seperti taman,” tutur Suzi saat diskusi bersama media di Kantor DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (17/10).

“Makam tidak menyeramkan jadi kita akan buat seperti itu,” sambungnya lagi.

Suasana di TPU Tanah Kusir Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Suzi tidak menjelaskan lebih lanjut desain pemugaran makam tersebut. Yang jelas, penataan ini akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan selesai pada 2022.

“Memang secara bertahap tidak bisa kita melakukan secara langsung di situ ya, kita bertahap memang, kita sudah jelas melakukan penataan perbaikan, insyaallah di tahun 2022 kita akan sudah membangun beberapa revitalisasi makam,” ujar Suzi.

Penataan makam ini juga merupakan wujud antisipasi Pemprov DKI Jakarta untuk mencegah makam tumpang tindih.

Suzi menyampaikan, fenomena tumpang tindih di TPU disebabkan banyaknya warga yang hanya ingin dimakamkan di tempat-tempat pemakaman favorit.

Pekerja Sudin Kehutanan di TPU Karet Bivak. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

“Makam kenapa tumpang tindih? Yang di tumpang itu makam keluarga, sebenarnya lahan makam kita itu banyak di TPU Tegal Alur, di TPU Tanah Kusir, masih lahan baru itu masih banyak,” kata Suzi.

“Keluarga itu suka ditumpang karena makam itu seperti rumah, banyak yang mau dijadikan idaman, idola. Jadi maunya di TPU Karet atau di TPU Pondok Kelapa, kemudian di TPU Tanah Kusir yang lama itu selalu menjadi makam idola. Jadi tidak pernah mau kita sampaikan ke tempat makam yang masih luas,” tutur Suzi.

Suzi memastikan, ketersediaan lahan makam di DKI Jakarta sebetulnya masih sangat luas. Mempercantik makam, kata Suzi, jadi salah satu cara agar tidak terjadi makam tumpang tindih.

“Misalnya kan di Tegal Alur yang masih bagus, oleh sebab itu kita tahun depan akan membuat Tanah Kusir menjadi makam yang perawatan yang baik, bagus, mungkin kita juga akan supaya masyarakat bisa ke sana,” kata Suzi.

Petugas Sudin Kehutanan sedang memotong rumput-rumput liar di TPU Karet Bivak. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Suzi memastikan akan melengkapi makam-makam dengan fasilitas yang lengkap.

“Sekarang pun kita sudah berupaya untuk menyediakan apa yang dibutuhkan masyarakat, tenda, kursi, sound system, itu gratis,” tutur Suzi.