Pendaki Diimbau Tak Jangkau Puncak Merapi karena Rawan Longsor

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pendaki Gunung Merapi (Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah)
zoom-in-whitePerbesar
Pendaki Gunung Merapi (Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah)

Selepas meletus Freatik, Senin dini hari (21/5), para pendaki Merapi dianjurkan untuk mendaki hanya sampai Pasar Bubrah. Hal tersebut mengingat kondisi morfologi puncak Merapi yang rawan terjadi longsor saat ini.

"Sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan pendaki," ungkap Sunarta dalam keterangan tertulis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi.

Saat ini, hujan abu masih terjadi di sekitar Merapi. Masyarakat diminta waspada terhadap ancaman bahaya lahar.

Sementara, dari informasi BNPB, hujan abu tipis terjadi di beberapa tempat, di antaranya di Kemiren dan Kaliurang Srumbung. Tempat tersebut agak jauh dari permukiman warga.

Salah seorang warga turut melaporkan terjadi hujan abu di wilayah Cawang Bebeng (barat Merapi).

X post embed

Diketahui, letusan freatik Merapi kali ini diketahui lebih kecil daripada yang terjadi 11 Mei 2018 lalu. Warga diminta untuk tidak panik dan tetap waspada.