Pengurus Hanura Ramai-ramai Hijrah dan Nyaleg dari NasDem

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dadang Rusdiana. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Dadang Rusdiana. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Jelang Pileg 2019, kader-kader Hanura justru beramai-ramai berhijrah ke Partai NasDem sebagai caleg. Tak hanya mantan Wasekjen Hanura Dadang Rusdiana saja, tetapi juga sejumlah fungsionaris lain seperti Arief Suditomo, Fauzi Amro, Rufinus Hotmaulana Hutauruk, dan Dossy Iskandar.

Dadang mengaku, salah satu penyebabnya adalah konflik internal Hanura yang tak kunjung usai, bahkan setelah PTUN memutuskan kubu Sarifuddin Sudding menang. Untuk itu, beberapa kader kemudian memilih berhijrah daripada terus berada di pusaran konflik.

"Bagi kita, ketenangan batin dan kenyamanan itu segalanya, dibanding dengan jabatan. Kita lebih baik hijrah daripada kita terus menerus berada pada pusaran konflik," ujar Dadang di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/7).

Selain itu, anggota Komisi V DPR RI ini juga menilai slogan politik tanpa mahar yang dikumandangkan NasDem menjadi alasan lain. Dari slogan tersebut, ia mengangggap NasDem jadi terlihat berbeda dengan partai-partai lain.

"NasDem political tag-nya bagus, politik tanpa mahar. Itu menarik, beda dengan partai lain," jelasnya.

Ia mengakui, memang tidak ada jaminan baginya menang di Pileg 2019 mendatang meski diusung oleh NasDem. Namun, terlepas dari itu, mengaku bebannya agak berkurang sebab tak lagi dibebani oleh mahar politik.

"Kalau menang atau tidak, kan tergantung kitanya. Kita elektabilitasnya kuat atau enggak, tapi kan artinya kita sudah enggak berpikir mahar segala macem. Kita nyaman saja," tegasnya.