Penjelasan BMKG soal Gempa 5,2 M yang Melanda Manado dan Sekitarnya

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peta lokasi gempa di Manado (Foto: Dok. BMKG)
zoom-in-whitePerbesar
Peta lokasi gempa di Manado (Foto: Dok. BMKG)

BMKG memperbarui data kekuatan gempa bumi tektonik yang terjadi wilayah laut tepatnya di sebelah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, dari yang sebelumnya 5,6 Magnitudo menjadi 5,2 M.

Berdasarkan laporan dari masyarakat dampak gempa dirasakan di daerah Bitung dan Tondano pada skala III MMI, Manado pada skala II MMI dan Airmadidi juga pada skala II-III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menjelaskan, gempa di laut Maluku ini jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempabumi menengah, akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku, dan berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme sesar berupa sesar oblique naik (oblique thrust).

"Gempa ini tidak berpotensi tsunami," kata Rahmat dalam keterangannya, Sabtu (13/10).

Hingga saat ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Untuk itu, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

X post embed