kumparan
13 Apr 2018 17:29 WIB

Perkosaan dan Pembunuhan Bocah 8 Tahun Picu Ketegangan di India

Protes perkosaan bocah 8 tahun di India. (Foto: AFP/Sajjad Hussain)
India kembali memanas akibat kasus perkosaan. Kali ini, korbannya adalah bocah berusia 8 tahun, diperkosa beramai-ramai oleh beberapa pria sebelum dibunuh. Dikhawatirkan kasus kali ini memicu konflik umat beragama di negara tersebut.
ADVERTISEMENT
Diberitakan AFP, Jumat (13/4), atmosfer ketegangan yang tercipta pada kasus ini seperti ketika seorang mahasiswi diperkosa massal di dalam bus Delhi pada 2012, menjadi tajuk berita di seluruh dunia. Mahasiswi itu kemudian meninggal dunia setelah menjalani perawatan di luar negeri.
Massa pekan ini menggelar protes di India Gate, New Delhi, tempat yang sama seperti aksi demonstrasi pada kasus perkosaan enam tahun lalu. Mereka meneriakkan orasi, membakar lilin, dan mendesak pemerintah bertindak tegas.
"Seperti jutaan masyarakat India lainnya, hati saya hancur," kata pemimpin oposisi, Rahul Gandi, yang ikut dalam aksi di India Gates.
"India tidak boleh terus memperlakukan wanita seperti ini," kata dia lagi.
Pengadilan tidak menyebutkan nama bocah korban perkosaan kali ini, namun media memanggilnya Asifa, dari negara bagian Jammu dan Kashmir. Menurut laporan kepolisian, bocah itu diculik oleh seorang pemuda putus sekolah dan diberi obat bius pada Januari lalu.
ADVERTISEMENT
Asifa kemudian diperkosa berkali-kali oleh beberapa orang pria dewasa di sebuah gubuk dan dipindahkan ke sebuah kuil Hindu, disekap selama lima hari sebelum akhirnya dibunuh.
Bocah malang itu dibunuh dengan cara dicekik dan dipukul kepalanya dengan batu hingga tewas. Mayatnya ditemukan dibuang di hutan.
Kasus ini dikhawatirkan memicu konflik antar agama karena Asifa adalah gadis dari keluarga Muslim. Sementara sebanyak delapan pelaku yang ditangkap sejauh ini adalah warga Hindu.
Protes perkosaan bocah 8 tahun di India. (Foto: AFP/Sajjad Hussain)
Para aktivis Islam di kawasan itu mengecam tindakan biadab tersebut, mengatakan itu adalah kejahatan terhadap masyarakat Muslim. Sementara kelompok masyarakat Hindu mengatakan, para tersangka diperlakukan tidak adil.
Menambah panas situasi, para pengacara Hindu mencoba menghentikan polisi meneruskan kasus ini ke pengadilan. Namun para menteri negara bagian Jammu dan Kashmir mengatakan keadilan akan ditegakkan.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi belum bersuara atas kasus yang memicu kegemparan ini. Padahal protes sudah sangat nyaring menggema di seluruh India, termasuk yang lantang diteriakkan oleh para selebritis dan atlet terkenal.
"Apa yang terjadi pada dunia yang kita tinggali ini??? Orang-orang ini harus mendapatkan hukuman berat! Akan kemana kita sebagai manusia? Saya bergetar," kata artis Bollywood Anushka Sharma di Twitter.
Di Twitter juga, viral tandapagar #justiceforAsifa, keadilan untuk Asifa. Tidak sedikit warga Hindu India yang juga mengungkapkan kemarahan mereka atas perkosaan tersebut.
Sejak kasus perkosaan 2012, terbukti India tidak pernah jera. Kekerasan seksual terhadap wanita masih terus terjadi, bahkan jumlahnya terus bertambah. Padahal kala itu, pemerintah Modi mengatakan akan menjatuhkan hukuman mati kepada pelaku perkosaan dan pembunuhan.
ADVERTISEMENT
Pada 2012, ada 25 ribu kasus perkosaan di India. Pada pencatatan terakhir 2016, jumlahnya meningkat menjadi 40 ribu. Artinya, ada sekitar 106 perkosaan per hari di India.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan