kumparan
21 Sep 2018 8:12 WIB

Perludem: Ada Ratusan Caleg Lain, Kenapa Pilih Eks Koruptor?

Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini, di Diskusi Polemik Pencalonan Napi Korupsi di Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata Timur, Jakarta, Minggu (9/9/2018). (Foto: Eny Immanuella Gloria)
Masuknya nama mantan narapidana kasus korupsi dalam daftar calon tetap diharapkan tidak membuat publik memilih orang yang pernah berurusan dengan hukum itu. Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini meminta pemilih mau melihat calon anggota legislatif lain yang rekam jejaknya lebih baik.
ADVERTISEMENT
Titi mengatakan, banyak caleg yang berkualitas dan memiliki kredibilitas tinggi untuk dipilih dibandingkan dengan caleg eks koruptor.
"Pilihlah yang punya prestasi gagasan, kinerja positif dan karir politik dan kerja-kerja dia sebelumnya caleg itu banyak, masa dari ratusan caleg harus memilih mantan napi kasus korupsi," kata Titi saat dihubungi, Jumat (21/9).
Penyataan Titi bukan tanpa sebab. Menurutnya terpilihnya caleg eks koruptor dapat membuka peluang mereka untuk melakukan korupsi kembali.
"Kan ada resiko. Itukan memilih mereka berisiko. Berisiko karena mengapa? (karena) mereka (bisa) tergoda nyimpangi kekuasaan yang mereka miliki. Bukan tidak mungkin tidak akan terualang," jelasnya.
Sebelumnya, KPU telah mencantumkan 38 eks koruptor dalam penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT) untuk Pileg 2019, KPU terpaksa menetapkan 38 caleg eks koruptor, sesuai putusan MA.
ADVERTISEMENT
38 Caleg eks koruptor itu berada di tingkat DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Sementara DPR RI dipastikan tidak ada caleg eks koruptor. Penetapan dilakukan di tingkatan masing-masing.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan